PAM Swakarsa Aktif Lagi di Surabaya, Wali Kota Eri Klaim Bukti Semangat Gotong Royong Warga

Eri menyebut, pembentukan PAM Swakarsa merupakan bukti nyata budaya gotong royong dan kekompakan khas warga Surabaya.

Diperbarui 09 September 2025, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengungkapkan, Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM Swakarsa) sudah diaktifkan kembali di Surabaya. PAM Swakarsa dibentuk pertama kali pada tahun 1998.

Eri menyebut, pembentukan PAM Swakarsa merupakan bukti nyata budaya gotong royong dan kekompakan khas warga Surabaya. 

"Di belakang ini ada tulisan 'Kampung Pancasila', artinya seluruh kampung yang ada hari ini sudah membentuk (PAM Swakarsa) dan menjadi kampung Pancasila. Ini menguatkan silaturahim, menjaga kampung, dan mempererat kerukunan," kata Eri saat memimpin patroli gabungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Sabtu (6/9/2025) malam.

Cak Eri, sapaan akrab Eri Cahyadi, juga menilai kesadaran warga dalam menjaga keamanan semakin meningkat. Dia mencontohkan keberadaan pos-pos Swakarsa yang didirikan masyarakat sebagai upaya menjaga lingkungan masing-masing. 

"Warga sekarang sudah berani menjaga di jalan-jalan. Jika ada siapapun yang membuat kericuhan, pasti akan dihadapi. Wong Surabaya ini sudah mulai bangun dan dihadapi,” tegasnya.

Pemasangan Alarm di Setiap Balai RW

Untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan, Cak Eri mengungkapkan rencana pemasangan alarm di setiap balai RW. Alarm tersebut akan difungsikan sebagai penanda jika terjadi ancaman atau gangguan di wilayah tertentu. 

"Nanti, Insya Allah kita akan anggarkan dan diskusi dengan DPRD. Jadi, setiap balai RW akan ada alarm. Ketika ada yang berbuat rusuh, alarm akan dibunyikan sehingga seluruh warga di wilayah itu akan bergerak untuk menjaga Kota Surabaya," jelasnya. 

Cak Eri menegaskan bahwa keamanan dan kemakmuran Surabaya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, melainkan hasil kerja sama seluruh warga Surabaya.

"Surabaya yang menjaga bukan wali kotanya. Surabaya bisa makmur bukan karena wali kotanya, tapi karena gotong royong orang Surabaya," pungkasnya.

Patroli

Eri Cahyadi bersama Forkopimda memimpin patroli gabungan pada Sabtu (6/9/2025) malam. Kegiatan ini digelar untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan usai kericuhan yang sempat terjadi pada akhir bulan Agustus 2025. 

Patroli tersebut diawali dengan apel gabungan di halaman Balai Kota dan diikuti jajaran TNI, Polri, Forkopimda, serta perangkat daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Setelah apel, rombongan langsung bergerak menyusuri satu kampung ke kampung lainnya hingga sejumlah ruas jalan protokol. 

Menggunakan sepeda motor, Eri dan Forkopimda memantau kondisi keamanan Surabaya hingga larut malam. Patroli berlangsung mulai pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB, dengan menyapa sekaligus berdialog dengan warga yang terlibat dalam pengamanan swakarsa di lingkungannya masing-masing. 

Dalam kegiatan tersebut, Eri menyempatkan singgah di sejumlah pos keamanan kampung. Dia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga Surabaya agar tetap kondusif. 

“Saya ingin memastikan bahwa Surabaya, Insya Allah hari ini dan seterusnya akan aman. Surabaya ini rumah kita, tanah kelahiran kita. Saya selalu bilang, Surabaya itu jangan diganggu. Surabaya itu seperti macan, sekarang semua macan sudah bangun (pengamanan di setiap wilayah),” ujar Eri.