Kepergian Iko Juliant, Mahasiswa Berprestasi Unnes yang Tinggalkan Duka Mendalam

Kematian mahasiswa Iko Juliant Junior meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Iko dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Perolehan indeks prestasi kumulatif (IPK) miliknya membanggakan.

Diperbarui 02 September 2025, 17:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kematian mahasiswa Iko Juliant Junior meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Iko dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Perolehan indeks prestasi kumulatif (IPK) miliknya membanggakan.

Kepala Humas Unnes Rahmat Petuguran menyebutkan, IPK Iko pada semester pertama adalah 3,59, sedangkan pada semester kedua 3,18.

"Iko adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2024 yang memiliki prestasi akademik membanggakan, dibuktikan dengan IPK yang diperolehnya pada semester satu dan dua," kata Rahmat. Dikutip dari Antara, Selasa (02/09/2025).

Atas meninggalnya Iko, Unnes menyampaikan bela sungkawa yang mendalam seraya mendoakan mendiang, serta kepada keluarganya diberikan kekuatan dan ketabahan.

"Keluarga besar Unnes menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Semoga ananda Iko Juliant Junior berpulang dengan damai, diterima segala amal ibadahnya, dan diampuni segala dosanya," katanya.

Rahmat menjelaskan bahwa pimpinan Unnes menerima informasi tentang wafatnya Iko pada Minggu (31/8) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

Pimpinan Unnes diwakili Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum bersama sejumlah dosen dan mahasiswa langsung bertakziah ke rumah duka, dan bertemu dengan kedua orang tua Iko.

Pada upacara pelepasan jenazah ke pemakaman pada Senin (1/9) sekitar pukul 10.00 WIB, pimpinan Unnes diwakili Wakil Dekan Bidang Riset, Bisnis, dan Kerja Sama FH, dosen, dan sejumlah mahasiswa.

"Melihat dinamika perkembangan yang ada, pimpinan Unnes menghargai, menghormati, dan mengikuti sikap dan keputusan apa pun yang diambil keluarga," katanya.

Kejanggalan Meninggalkan Korban

Iko meninggal dunia pada Minggu (31/8) setelah sempat mendapatkan perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Iko mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan dr Cipto Semarang, namun seorang temannya menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi di daerah Kalisari.

Informasi beredar melalui media sosial yang menyebutkan sejumlah kejanggalan, di antaranya hilangnya barang-barang pribadi milik Iko, seperti ponsel, jaket almamater, dan tas ransel, serta motor milik Iko disebut masih ditahan di Polda Jateng.

Kejanggalan lain muncul dari informasi satpam yang melapor kepada keluarga bahwa Iko diantar ke RSUP dr Kariadi oleh anggota Brimob.

Dalam unggahan yang beredar di medsos disebutkan bahwa ibunda Iko sempat mendengar anaknya mengigau dan menyebut, "Ampun pak, tolong pak. Jangan pukuli saya lagi", sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.