Perjuangan Pelajar SD di Pulau Terluar NTT, Mendayung Perahu untuk Menimba Ilmu

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Daiyama, Kampung Elenamon, Desa Tenalai, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, NTT setiap harinya pergi dan pulang sekolah menggunakan perahu dayung.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 21:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Daiyama, Kampung Elenamon, Desa Tenalai, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, NTT setiap harinya pergi dan pulang sekolah menggunakan perahu dayung.

Saban hari, anak-anak sekolah mendayung perahu dari perairan Mulut Seribu Pulau Rote ke Desa Tenalai Pulau Usu Desa Tenalai, yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.

Meski dengan keterbatasan, anak-anak kampung Elenamon terus semangat menimba ilmu.

Salah satu siswa, Elen Malelak mengaku setiap hari ia dan teman-temannya harus menggunakan perahu dayung untuk ke sekolah.

"Jika tidak ada hujan angin, biasanya hanya 15 menit. Tapi kalau musim hujan angin, kadang sampai sejam," ungkapnya.

Kisah perjuangan anak-anak di pulau terluar ini menjadi perhatian Ditpolairud Polda NTT. Mereka mendapatkan bantuan perahu baru, dua dayung dan empat life jacket.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para siswa SDN Daiyama yang setiap hari harus menyeberangi perairan Mulut Seribu menuju sekolah.

Perahu sederhana ini diharapkan dapat menjadi sarana transportasi yang lebih aman dan layak bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.

“Kami ingin memastikan anak-anak di Elenamon bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman. Pendidikan adalah kunci masa depan mereka, dan Polri hadir untuk mendukung itu,” kata Direktur Polairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, Rabu (27/08/2025).

Dengan adanya perahu dan life jacket baru, perjalanan anak-anak menuju sekolah kini lebih aman.

“Bantuan ini sederhana, tapi sangat berarti. Kami ingin anak-anak Elenamon tetap semangat belajar dan meraih cita-citanya,” tandasnya.