Sadis! Pria di NTT Tikam Istrinya hingga Tewas Gara-Gara Tak Pulang ke Rumah, Padahal Menginap di Rumah Adiknya

Korban memang sudah sepekan terakhir kabur dari rumahnya.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Uberta Uduk, warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas di tangan suaminya, Matias Mali. Uberta tewas dengan sejumlah luka tusukan benda tajam pada Sabtu (23/8/2025).

Uberta ditikam di rumah adiknya, Petronela Bete di Dusun Haliwen A, Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu.

"Korban sudah satu minggu pergi dari rumah dan tinggal di rumah adiknya (Petronela Bete)," ujar Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rio Panggabean, Senin (25/8/2025).

Kronologi Penikaman

Rio menuturkan, kejadian itu berawal pada Sabtu (23/8/2025) subuh sekitar pukul 04.00 wita. Pelaku mendatangi rumah Petronela Bete, yang merupakan adik kandung dari Uberta.

Setibanya di depan rumah Petronela, pelaku berteriak memanggil istrinya Uberta Uduk untuk pulang ke rumah. Namun, permintaan pelaku ditolak Uberta.

Pelaku kesal lalu masuk ke rumah dan menikam Uberta secara membabi-buta. Melihat kejadian tersebut, Petronela berupaya untuk melerai. Nahas, pelaku malah menyerang Petronela hingga mengalami luka.

"Istri pelaku (Uberta) mengalami luka serius pada bagian dada, perut hingga punggung belakang akibat tikaman pisau dan dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Sesaat kemudian, pelaku berhasil diamankan polisi dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Belu guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Motifnya diawali masalah rumah tangga sehingga pelaku niat membunuh korban," tandasnya.

Pesta Nikah Berdarah

Sementara itu di Kabupaten Sikka, NTT, seorang pria tewas ditusuk benda tajam saat mengikuti pesta pernikahan pada, Sabtu 23 Agustus sekitar pukul 02.00 wita.

Pria berinisial AN itu, nekat menikam tiga pemuda hingga satu di antaranya meninggal dunia.

Tiga korban merupakan warga Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok. Mereka di antaranya, AP (meninggal dunia). Sedangkan CK dan AT mengalami luka berat dan sedang dalam perawatan medis.

"Korban dan pelaku ribut saat pesta di belakang kantor lembaga pemasyarakatan. AN kemudian mengambil pisau lalu menikam para korban," ujar Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, Senin 25 Agustus 2025.

Ia mengatakan ketiga korban mengalami luka berat akibat tusukan benda tajam. Ketiganya sempat dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere guna mendapat perawatan.

"Korban meninggal dunia berinisial AP," katanya

Pelaku Ditangkap

Sesaat kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku. Polisi sudah memeriksa beberapa saksi guna mengungkap motif dari kasus itu.

"Kurang lebih tiga jam, pelakunya berhasil ditangkap Tim Reskrim Polres Sikka," tandasnya.