Penjelasan Badan Geologi soal Gempa Magnitudo 4,9 yang Mengguncang Bekasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait gempa yang mengguncang Kabupaten Bekasi, Rabu (20/8/2025).

Diterbitkan 21 Agustus 2025, 00:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan pemicu gempa berkekuatan M4,9 di kedalaman 10 kilometer yang terjadi di darat 19 kilometer Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akibat sesar naik pada zona Sesar Baribis.

Menurut Koordinator Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Supartoyo, lokasi pusat gempa bumi berada di darat, dengan morfologi wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan.

"Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas batuan sedimen berumur Tersier, batuan gunungapi berumur Kuarter, serta endapan aluvium berumur Resen," ujar Supartoyo dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6, Bandung, Rabu (20/8/2025).

Supartoyo mengatakan batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.

Secara umum, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan mempunyai kekerasan lebih rendah begitu juga sebaliknya.

"Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C (Tanah Sangat Padat dan Batuan Lunak), kelas tanah D (Tanah Sedang), dan kelas tanah E (Tanah Lunak)," ungkap Supartoyo.

 

Guncangan Gempa

Supartoyo menjelaskan keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.

Supartoyo menyebut akibat kejadian gempa bumi ini belum ada informasi terkait kerusakan bangunan dan korban jiwa.

"Guncangan gempa bumi ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Bekasi, dan III MMI di Purwakarta, Jakarta, Depok, Cikarang, dan Bandung. Daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah," jelas Supartoyo.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6,52°LS – 107,25° BT, di sebelah tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan magnitudo M4,7 pada kedalaman 10 km.

 

Pusat Gempa

Sementara menurut The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, pusat gempa bumi berada pada koordinat 6,451° LS – 107,246° BT, dengan magnitudo M4,9 pada kedalaman 35 km.

Sedangkan GeoForschungsZentrum (GFZ) di Jerman, menerbitkan keterangan pusat gempa bumi berada pada koordinat 6,68° LS – 107,02° BT, dengan magnitudo M4,9 pada kedalaman 10 km.