Temuan Mengejutkan dalam Pemeriksaan Kapal Eks-LCT di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Menyusul hasil pemeriksaan sejumlah kapal eks Landing Craft Tank (LCT) di Pelabuhan ASDP Ketapang yang masih berjalan, mayoritas minim alat Lashing. Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, melalui Surat nomor AL.202/125/KSOP.TG.WI/2025, tertanggal 14 Juli 2025 tengah melakukan pemeriksaan terhadap 15 kapal Eks LCT yang beroperasi di dermaga LCM.

Diterbitkan 20 Juli 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Menyusul hasil pemeriksaan sejumlah kapal eks Landing Craft Tank (LCT) di Pelabuhan ASDP Ketapang yang masih berjalan, mayoritas minim alat Lashing.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, melalui Surat nomor : AL.202/125/KSOP.TG.WI/2025, tertanggal 14 Juli 2025 tengah melakukan pemeriksaan terhadap 15 kapal Eks LCT yang beroperasi di dermaga LCM.

Adapun 15 kapal yang diperiksa tersebut artinya belum sesuai atau laik layar. Sehingga pihak KSOP melakukan penundaan keberangkatannya atau tidak diizinkan melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, sampai rekomendasi kapal telah sesuai hingga bisa kembali beroperasi.

Kepala Seksi (Kasi) Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, KSOP Tanjung Wangi III, Widodo menjelaskan, hasil dari pemeriksaan 15 kapal Eks LCT di Dergama LCM itu, mayoritas adalah temuan minor, diantaranya minimnya alat Lashing, kesusuaian alat pemadam, kerusakan pada karet di pintu ruang mesin, hingga kurangnya Kek kendaraan truk.

"Mayoritas hasil inspeksi tim pemeriksa keselamatan kapal Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk kapal-kapal eks LCT yakni alat lashingnya perlu penambahan termasuk cincin lashing, alat pemadam tidak sesuai posisi, Kek kendaraan truk, kerusakan karet di pintu ruang mesin karena harus kedap hingga Rampdoor kapal," ujarnya, Jumat (18/7/2025).

Saat ditanya mengenai adanya masalah lain seperti kebocoran, Widodo mengatakan jika sejumlah kapal dari 15 eks LCT yang diperiksa belum ada indikasi kebocoran. Widodo juga mengatakan, kembalinya beroperasinya kapal tergantung hasil pemeriksaan.

"Kami mendorong agar setiap manajemen perusahaan kapal segera memperbaiki hingga melengkapi apa yang menjadi hasil evaluasi pemeriksaan," tuturnya.

Pada, Kamis (17/7/2025) sebanyak 6 kapal dari 15 kapal Eks LCT telah dioperasikan di Dermaga LCM di antaranya yaitu KMP Liputan XII, KMP Agung Samudra IX, KMP Samudra Utama, KMP Karya Maritim I, KMP Jambo VI dan KMP Samudra Perkasa I.

Seperti yang diketahui, imbas dari penundaan operasi 15 kapal eks LCT di Pelabuhan Ketapang tersebut yaitu kemacetan total selama 3 hari sejak, Rabu (16/7/2025) dini hari  hingga hari ini Jumat (18/7/2025) dijalan Nasional Banyuwangi - Situbondo hingga mencapai puluhan kilometer.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Daftar 15 kapal Eks-LCT yang Ditunda Keberangkatannya

1. KMP Trisakti Adinda, milik PT Tri Sakti Lautan Mas

2. KMP SMS Swakarya, milik PT Lintas Sarana Nusantara

3. KMP Pancar Indah, milik PT Pel. Makmur Bersama

4. KMP Tunu Pratama Jaya 3888, milik PT Raputra Jaya

5. KMP Tunu Pratama Jaya 5888 - milik PT Raputra Jaya

6. KMP Agung Samudera IX - milik PT Pelayaran Agung Samudera

7. KMP Liputan XII - milik PT Segara Luas Sukses Abadi

8. KMP Jambo VI - milik PT Duta Bahari Menara Line

9. KMP Karya Maritim I - milik PT Karya Maritim Indonesia

10. KMP Karya Maritim II - milik PT Karya Maritim Indonesia

11. KMP Munic V - milik PT Munic Line

12. KMP Perkasa Prima 5 - milik PT Pel. Makmur Bersama

13. KMP Trans Jawa 9 - milik PT Pel. Makmur Bersama

14. KMP Samudera Utama - milik PT Pelayaran Sadena Mitra Bahari

15. KMP Jalur Nusa - milik PT Munic Line.

Â