Liputan6.com, Gunungkidul - Di balik perbukitan karst dan goa-goa purba yang membentang di selatan Gunungkidul, tersimpan tanggung jawab besar yang tak hanya bersifat lokal, tapi juga mendunia. Gunung Sewu, kawasan karst yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp), kembali menjadi sorotan dalam Forum Pengelola Gunung Sewu UGGp.
Forum ini menjadi titik temu penting lintas kabupaten dan provinsi mulai Kabupaten Gunungkidul - Yogyakarta, Wonogiri - Jawa tengah , Pacitan - Jawa Timur ini untuk menilai capaian, mengurai tantangan, serta menyusun strategi menjaga keberlanjutan kawasan yang telah mendapat pengakuan dunia sejak 2015.
Dalam Revalidasi kedua oleh UNESCO tahun 2023 lalu, kawasan Gunung Sewu berhasil mempertahankan status “green card”, tandanya bahwa pengelolaan geopark masih berada di jalur yang benar. Namun, seperti diungkapkan Kepala Bappeda Gunungkidul, Arif Aldian, prestasi ini sekaligus membawa sejumlah pekerjaan rumah.
Advertisement
“Keberhasilan ini kabar baik, tetapi baru awal dari perjalanan menuju revalidasi 2027. Kita perlu komitmen nyata dari semua pihak,” ujar Arif.
UNESCO memberikan sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti. Mulai dari memasukkan kawasan maritim ke dalam wilayah geopark, peningkatan fasilitas informasi multibahasa, pelatihan pemandu wisata profesional, hingga penyusunan program pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan agenda global.
“Tak kalah penting, peningkatan kolaborasi dengan jejaring geopark regional Asia Pasifik dan dunia, serta membangun kemitraan berbasis kualitas,” ulasnya.
Gunungkidul, sebagai wilayah yang menjadi jantung kawasan karst Gunung Sewu, tak tinggal diam. Dalam satu tahun terakhir, berbagai inisiatif dijalankan. Edukasi ke sekolah-sekolah lewat program Geopark Goes to School, pelatihan pemandu lokal, hingga peningkatan fasilitas informasi di berbagai geosite seperti Goa Jomblang, Goa Pindul, dan Pantai Siung terus digencarkan.
Promosi tak hanya berskala lokal. Tapi juga di panggung internasional, mulai dari Indonesia Geopark Fair hingga Asia Pacific Geopark Network Conference. Ke depan, pembangunan pusat informasi Gunung Sewu, sertifikasi geoguide, integrasi materi geopark dalam kurikulum sekolah, dan pengembangan UMKM berbasis geoproduk menjadi fokus utama.
Bukan Sekadar Status, Tapi Ruang Hidup
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menekankan bahwa Gunung Sewu bukan sekadar kawasan geologi unik, tetapi ruang hidup masyarakat. Namun, di balik pujian dan pengakuan dunia, masih terselip persoalan klasik yaitu lemahnya koordinasi lintas wilayah serta regulasi tata ruang yang belum berpihak pada konservasi.
“Geopark bukan sekadar status. Ia adalah ruang edukasi, ruang konservasi, dan juga ruang ekonomi masyarakat,” ucapnya.
“Banyak pembangunan tak terkendali dan tanpa izin justru terjadi di zona geopark. Ini harus kita benahi agar kawasan tetap lestari dan masyarakat mendapat manfaat,” tambahnya.
Seiring peningkatan status, jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan geosite meningkat. Namun, promosi tak cukup hanya mengundang kunjungan tapi perlu dikembangkan sebagai kawasan edukatif dan riset, serta diperkuat kemampuan masyarakat dalam interpretasi, terutama dalam bahasa asing.
“Goa-goa vertikal, pantai-pantai karst, hingga desa-desa wisata di Karangmojo dan Tepus kini lebih dikenal. Bahasa Inggris harus menjadi bekal wajib bagi para pemandu dan pelaku wisata, agar bisa menjamu tamu internasional dengan layak,” pungkasnya.
Di tengah ancaman kerusakan kawasan karst, pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha diharapkan bersatu menjaga Gunung Sewu tetap menjadi simbol keharmonisan antara alam, budaya, dan manusia. Forum ini diharapkan tak sekadar menjadi acara seremonial, tapi menjadi tonggak sinergi konkret tiga daerah dalam mengelola satu kawasan yang tak terpisahkan oleh batas administrasi.
“Gunung Sewu telah dikenal dunia. Kini tugas kita adalah memastikan kawasan ini tetap layak dikenang, dikunjungi, dan diwariskan ke generasi mendatang. Bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai rumah bersama,” Bupati memungkasi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)