Wamensos Minta Guru Sekolah Rakyat Merangkap Jadi Sosok Orangtua, Ini Alasannya

Wamensos, Agus Jabo Priyono berpesan kepada para guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat agar hadir sebagai sosok pengajar sekaligus orangtua bagi siswa-siswinya.

Diperbarui 14 Juli 2025, 21:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menitipkan pesan kepada para guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat. Diketahui, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat dimulai pada Senin, 14 Juli 2025.

Sebelumnya, sebanyak 1.569 guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah di Indonesia telah mengikuti kegiatan pembekalan yang dilaksanakan secara daring sejak 10 Juli 2025, dan dipusatkan di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksesos) Bandung, Jawa Barat.

Agus berpesan agar guru tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki empati mendalam terhadap para siswa. Sebab, mereka berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan beberapa di antaranya berada dalam situasi terlantar, tidak memiliki pengasuh, dan rentan secara sosial. 

"Guru di Sekolah Rakyat harus bisa menjadi sosok pengajar sekaligus orangtua. Tugas mereka adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan membangun karakter siswa agar menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan berdaya," ucap Agus dalam keterangannya, dikutip pada Senin, 14 Juli 2025.

Menurut Agus, Sekolah Rakyat merupakan upaya negara untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan. 

"Kita sering bicara soal kemiskinan, tapi lupa bahwa hanya pendidikan yang benar-benar mampu memutus mata rantainya. Dan Anda, para guru Sekolah Rakyat, adalah pelopornya," imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan akan pentingnya membangun relasi emosional dengan siswa dan keluarga, serta menjadi guru yang terus belajar, beradaptasi, dan membuka diri terhadap kerja sama lintas sektor.

"Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tapi rumah yang membentuk masa depan anak-anak kita. Mari kita wujudkan ini dengan sepenuh hati," tuturnya.

Diketahui, para guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat telah mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan selama tiga hari.

Mereka menerima materi terkait kurikulum Sekolah Rakyat, pendidikan inklusif dan ramah anak, pendekatan berbasis hak asasi manusia, serta pengenalan metode talent mapping yang relevan dengan karakter dan kebutuhan siswa.

 

Penulis: Arby Salim

Â