Liputan6.com, Bandung - Bangklung merupakan kesenian khas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kesenian ini lahir dari akulturasi seni Sunda dan Islam.
Nama bangklung berasal dari terebang dan angklung. Dua instrumen ini menjadi alat musik utama dalam pagelaran bangklung.
Salah satu figur di belakang pelestarian kesenian ini adalah Adjuk Heryanto atau Bah Adjuk. Kemampuan bermain bangklung diwariskan masyarakat sekitar secara turun temurun.
Advertisement
Dalam pergelaran seni bangklung terdapat waditra terebang berjumlah lima unit. Masing-masing terebang memiliki fungsi berbeda.
Terebang pertama (kempring) berfungsi sebagai pengatur tempo, terebang kedua (tempas) berfungsi sebagai pengiring kempring, terebang ketiga (bangsing) berfungsi sebagai kempui atau goong kecil, terebang keempat (indung) berfungsi sebagai goong, dan terebang kelima (anak) berfungsi sebagai juru lagu. Fungsi terbang kelima sama seperti kendang pada gamelan.
Selain itu, kesenian ini juga memerlukan 10 unit angklung. Jumlah tersebut meliputi empat angklung ambruk, empat angklung roel, satu angklung engklok, dan satu tarompet.
Angklung ambruk berfungsi sebagai pengikut angklung roel, sedangkan angklung roel berfungsi sebagai juru lagu. Keberadaan angklung engklok berguna sebagai pengisi kekosongan tabuhan dari angklung ambruk dan angkluk roel. Sementara itu, tarompet berfungsi sebagai melodi.
Selama pementasan, seniman bangklung mengenakan pakaian tradisional Sunda. Menariknya, mereka mengenakan pakaian seragam dengan warna berbeda.
Â
Baju
Baju yang dikenakan adalah baju kampret dan celana sontog. Sebagai pelengkap, mereka juga mengenakan ikat kepala (totopong).
Dalam pagelaran bangklung, lagu-lagu yang dibawakan sebagian besar bernapaskan Islam. Namun, ada juga pagelaran seni bangklung yang membawakan lagu-lagu Sunda, seperti Soleang, Anjrag, Buncis, dan Tokecang.
Agar pementasan semakin meriah, kesenian ini juga dilengkapi dengan tarian bernama yami rudat. Tarian ini terinspirasi dari keriangan petani saat mengolah lahan persawahan.
Pada 1 Desember 1979, bangklung mulai diakui sebagai kesenian tradisional dari Kabupaten Garut. Saat ini, bangklung telah menjadi ikon Kabupaten Garut dan kerap hadir dalam berbagai pentas kesenian.
Selain sebagai hiburan, bangklung juga bisa menjadi media dakwah bagi para ulama sekaligus media pemersatu masyarakat. Pada zaman Belanda, bangklung dipentaskan untuk media dakwah dan hiburan dalam peringatan hari besar. Setelah masa penjajahan, bangklung mulai dipentaskan di berbagai upacara adat, seperti miceun runtah, kawin cai, ngarot, ngangkut jeung ngampih, ngaleunggeuh, hingga HUT Kemerdekaan RI.
Hingga kini, eksistensi kesenian bangklung masih terus terjaga. Para seniman dan masyarakat sekitar Kabupaten Garut terus melestarikan kesenian khas Sunda ini agar tak punah.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370178/original/007045000_1612621006-136444744_157393919217577_2962136220087315059_n.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)