Tradisi Rasol, Ritual Petani Bawean dengan Memandikan Sapi di Laut

Ritual rasol dimulai dengan berkumpulnya warga di pantai terdekat. Para pemilik sapi menghias hewan ternak mereka dengan hiasan sederhana.

Diterbitkan 30 Juni 2025, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gresik - Masyarakat Desa Bululanjang di Pulau Bawean, Gresik, memiliki tradisi unik bernama rasol. Ritual tahunan ini berupa pemandian sapi di pantai setelah musim tanam berakhir.

Mengutip dari berbagai sumber, tradisi rasol telah berlangsung selama beberapa generasi di Pulau Bawean. Nama rasol berasal dari bahasa lokal yang berarti membersihkan.

Kegiatan utama tradisi ini adalah memandikan sapi-sapi yang membantu membajak sawah. Masyarakat percaya air laut dapat membersihkan dan menyucikan hewan ternak tersebut.

Ritual rasol dimulai dengan berkumpulnya warga di pantai terdekat. Para pemilik sapi menghias hewan ternak mereka dengan hiasan sederhana.

Sapi-sapi kemudian digiring ke laut dengan diiringi doa bersama. Proses pemandian berlangsung sekitar satu jam dengan melibatkan seluruh warga desa.

Tradisi ini tidak hanya melibatkan petani pemilik sapi. Seluruh warga Desa Bululanjang turut berpartisipasi dalam acara tahunan tersebut.

Para nelayan ikut membantu menyiapkan lokasi di pantai. Sementara perempuan desa menyiapkan makanan untuk acara makan bersama setelah ritual.

 

Jumlah Peserta

Jumlah peserta tradisi rasol terus bertambah setiap tahunnya. Beberapa petani dari desa tetangga juga mulai ikut memeriahkan tradisi rasol di Pulau Bawean ini.

Rasol mengandung beberapa nilai penting bagi masyarakat Bawean. Ritual ini memperkuat rasa syukur atas hasil panen.

Kegiatan bersama ini juga menguatkan solidaritas sosial warga desa. Tradisi rasol menjadi bentuk penghargaan terhadap hewan ternak yang membantu pekerjaan pertanian.

Tradisi rasol tidak terlepas dari siklus pertanian di Bawean. Ritual ini menandai berakhirnya masa tanam dan persiapan masa tanam berikutnya.

Penulis: Ade Yofi Faidzun