Liputan6.com, Sukabumi - Di tengah anggapan umum bahwa prestasi gemilang selalu lahir dari kota-kota besar, Volika Sinci Sari, mojang kelahiran Sukabumi pada 18 Februari 2002, justru membalikkan narasi. Ia membuktikan bahwa bakat dan dedikasi tak mengenal batas geografis, dengan menjadi pembicara di ajang internasional Global Youth Innovation Summit (GYIS) 2025 di Singapura dan Malaysia.
Kisah Volika bukan sekadar tentang pencapaian, melainkan tentang keberanian mematahkan stigma dan menginspirasi banyak jiwa. Volika, alumni Komunikasi Digital dan Media IPB University angkatan 2020, bukanlah sosok yang pasif. Sejak awal kuliah, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan. "Dari awal masuk sudah ikut kegiatan sosial dan sebagainya, sudah biasa sama pengabdian," ucap Volika Sinci kepada Liputan6.com, pada Senin (23/6/2025).
Bahkan, ia kerap menginisiasi kegiatan sukarela sendiri, tak melulu mengikuti agenda yang sudah ada. Berbekal latar belakang komunikasi digital, berbagai kejuaraan berhasil ia sabet. Puncaknya adalah saat semester 6, ketika Volika mengikuti ajang Mahasiswa Berprestasi yang diadakan oleh Kemendikbud. "Waktu aktif di perkuliahan, saya aktif di kompetisi mulai dari esai, podcast, video kreatif," ujarnya.
Advertisement
Setelah melalui kompetisi selama sembilan bulan yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PTI), ia berhasil meraih juara satu tingkat nasional. Sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga almamater dan tentu saja, Sukabumi.
Cerita di Balik Undangan GYIS
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5261429/original/071967300_1750668544-IMG_20250623_153531.jpg)
Pertanyaan mengapa ia terpilih sebagai pembicara di ajang sekelas GYIS sempat terlintas di benak Volika. "Saya pernah bertanya mengapa mereka mengundang saya, katanya, latar belakang saya sesuai karena salah satu kompetisi saya banyak membuat proyek. Jadi, saya bisa mentoring anak-anak di GYIS juga,” tuturnya.
Selama GYIS 2025, Volika tak hanya berpidato. Ia juga berkesempatan keliling kota untuk belajar budaya, memahami visi National University of Singapore (NUS), serta mengunjungi beberapa kampus ternama di Malaysia seperti Universiti Malaya dan International Islamic University Malaysia. Ia memberikan sesi dan sebelumnya juga mengisi secara daring. Volika sendiri telah menyelesaikan studinya dan lulus pada akhir tahun 2024.
Kini, selepas GYIS, Volika tak berhenti berinovasi. Ia tengah sibuk menjalin kerja sama dengan beberapa brand sebagai freelancer dan sedang mendalami dunia bisnis. "Sekarang banyak mau buka kelas public speaking," ungkapnya antusias.
Lebih dari sekadar bisnis pribadi, Volika juga sedang merintis sebuah komunitas bernama Teman.mu. Komunitas ini akan menyediakan pelatihan selama enam bulan untuk membantu mahasiswa memaksimalkan potensi kuliah mereka. "Saya lagi building komunitas juga nanti saya kumpulkan anak-anak yang pengen belajar dimentoring. Sekarang anak ambis banyak dianggap kurang kompeten, saya ingin nyelamatin gitu biar gak kebawa arus. Kita wadahi, kasih tempat belajar, kasih koneksinya,” jelasnya
Teman.mu tak hanya fokus pada public speaking seperti bisnis, melainkan juga menanamkan pola pikir kritis dan berbagai keterampilan seperti penulisan ilmiah.
Advertisement
Buka Mata Dunia
Selama GYIS, Volika juga menginisiasi komunitas di bidang kesehatan. Ia prihatin melihat banyak anak muda yang sudah cuci darah di usia dini, padahal langkah preventifnya sangat mudah dilakukan. "Saya ngajak anak Sukabumi buat join selama beberapa waktu kemarin itu di grup berusaha hidup lebih sehat. Kita ngambil hal yang bisa dilakukan secara effortless untuk dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Volika memiliki harapan besar untuk masa depannya, berfokus pada bisnis dan pengembangan komunitas. Namun, ada satu keinginan kuat di balik keputusannya untuk mempublikasikan kisahnya ini. "Setiap orang tahu saya dari Sukabumi kayak orang kaget, 'Ternyata orang Sukabumi bisa ya kayak gitu?. Bukan berarti kita dari kampung enggak bisa berprestasi,” imbuhnya.
Dari Sinagar RT 02/04, Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Volika Sinci Sari telah menjadi bukti nyata bahwa keberanian, kerja keras, dan visi dapat mengantarkan siapapun ke panggung dunia, sekaligus menghapus pandangan sempit tentang potensi yang dimiliki daerah. Kisah Volika adalah inspirasi bagi setiap anak muda di Sukabumi, bahwa impian tertinggi sekalipun, bisa diraih.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3362654/original/040589900_1744885898-IMG_20240821_055452_969.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5261428/original/072365400_1750668543-IMG_20250623_152515.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412025/original/093491300_1479719891-Singapura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409553/original/011733700_1479455222-Malaysia.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538442/original/072038400_1782474186-373200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8537421/original/027321500_1782472600-373107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8531278/original/049125200_1782464148-372632.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475888/original/099727400_1782386416-370600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475887/original/053495500_1782386416-371936.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8425966/original/040919600_1782313954-370710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8410925/original/063659000_1782294607-email-attachment_2026_06_24_fira-alfi-syahrin_penemuan-jasad-bersimbah-darah-di-tengah-jalan-hebohkan-warga-kota-sukabumi_370600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393763/original/030048200_1782274363-369643.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384198/original/035614600_1782263104-370029.jpg)