Kontamale di Pulau Wangi-Wangi, Pesona Pemandian Umum di Ceruk Gua

Pemandian Kontamale merupakan salah satu pemandian umum paling populer di Pulau Wangi-Wangi.

Diterbitkan 31 Mei 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kendari - Pemandian Kontamale merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Wangi-Wangi, Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pemandian umum ini jauh dari kesan kumuh dan kotor.

Mengutip dari laman Indonesia Kaya, kontamale dalam bahasa lokal berarti pemandian, telaga, atau danau. Pemandian Kontamale merupakan salah satu pemandian umum paling populer di Pulau Wangi-Wangi.

Selama ini, Pulau Wangi-wangi memang terkenal dengan pemandian umumnya yang menawarkan pemandangan alam yang indah. Dari banyaknya pemandian yang ada, Pemandian Kontamale memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya letaknya yang cukup strategis.

Pemandian Kontamale berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Uniknya, pemandian umum ini berada di tengah kota, tetapi masih mempertahankan kejernihan airnya dan kesejukan udaranya.

Pemandian umum ini memiliki pemandangan yang menawan karena berada di dalam gua. Inilah yang menjadi magnet utama destinasi wisata ini.

Pemandian Kontamale terbentuk di antara ceruk Gua Karang Wanci dan Sombu. Airnya jernih dengan warna biru khas bawah laut Wakatobi.

 

Kedalaman Beragam

Pemandian ini memiliki kedalaman yang beragam, sehingga harus berhati-hati sebelum menceburkan diri ke dalam air. Adapun air yang bisa dinikmati di pemandian umum ini adalah air dingin tawar yang sedikit payau.

Masyarakat di sekitar lokasi biasanya memanfaatkan Kontamale layaknya sungai. Tak hanya untuk mandi, di Kontamale banyak juga yang mencuci pakaian. Meski demikian, air di pemandian ini tetap jernih.

Tak hanya menawarkan air yang jernih, Pemandian Kontamale juga memiliki pemandangan pepohonan yang rindang dan menenangkan. Untuk menjajal pemandian umum ini, pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Pemandian Kontamale menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat menjelajahi Pulau Wangi-Wangi.

Penulis: Resla