Gandeng Aktivis Perempuan, Polres Gowa Inisiasi Langkah Progresif Atasi TPKS

Polres Gowa dan aktivis perempuan bersinergi tangani kekerasan seksual lewat dialog dan edukasi lintas sektor.

OlehFauzan
Diterbitkan 16 Mei 2025, 19:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gowa - Polres Gowa menunjukkan komitmennya dalam menangani kekerasan seksual dengan membuka ruang sinergi bersama aktivis perempuan. Langkah ini ditandai melalui pertemuan antara Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, dengan aktivis perempuan yang berlangsung di ruang kerjanya di Gedung Merah Putih, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat di Kabupaten Gowa. Aktivis perempuan, Alita Karen, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Kapolres yang mengundang diskusi melalui fasilitasi media lokal.

"Terima kasih kepada Kapolres Gowa. Kami menyambut baik ajakan berdialog terkait isu perempuan dan anak, terutama soal kekerasan seksual. Kami kini memiliki harapan lebih besar, melihat kepedulian beliau dalam membangun sinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman," ujar Alita Karen pada Jumat (16/05/2025).

Menurut Alita, Polres Gowa berkomitmen untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat demi meningkatkan pemahaman aparat terhadap Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

"FGD ini akan melibatkan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), para kasat reskrim dari berbagai polsek, serta lembaga pemerhati anak. Fokusnya adalah penguatan kapasitas dan kesadaran hukum," jelas Alita.

Ia bahkan menyebut bahwa langkah Polres Gowa ini tergolong progresif dan patut diapresiasi. hal ini pun dinilai menjadi pendekatan humanis dalam menangani kasus TPKS. 

"Ajakannya sangat inspiratif. Ini bukti nyata bahwa pihak kepolisian mulai mengedepankan pendekatan yang lebih humanis," tambahnya.

 

Pendekatan Kolaboratif

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif lintas sektor sangat krusial untuk menciptakan sistem perlindungan yang responsif dan berpihak kepada korban.

“Kolaborasi seperti ini bukan hanya mempercepat penanganan kasus, tetapi juga membangun sistem pencegahan dan pemulihan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dia merinci langkah-langkah strategis yang akan segera dijalankan, mulai dari penyelenggaraan FGD dan pembentukan forum komunikasi untuk membangun koordinasi berkelanjutan serta memperkuat edukasi publik.

Selain itu, peran aktivis akan dioptimalkan dalam pendampingan psikososial korban, dengan pendekatan empatik yang mendorong keberanian untuk melapor. Serta upaya edukasi juga akan diperluas ke komunitas, sekolah, dan keluarga, dengan fokus pada literasi hukum, perlindungan anak, serta penghapusan budaya patriarki.

"Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya menangani kekerasan seksual di Gowa serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi perempuan dan anak-anak," Aldy memungkasi. 

Simak juga video pilihan berikut ini: