Pudak, Kue Tradisional Gresik dengan Kemasan dari Pelepah Pinang

Bahan dasar pudak terdiri dari tepung beras, gula pasir atau gula jawa, dan santan kelapa. Adonan ini dimasukkan ke dalam pembungkus bernama ope, yaitu anyaman dari bagian dalam pelepah pinang yang diolah secara khusus.

Diterbitkan 17 Mei 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gresik - Gresik, Jawa Timur, memiliki kue tradisional bernama pudak yang unik. Hal ini dikarenakan kemasannya terbuat dari pelepah daun pinang.

Bahan dasar pudak terdiri dari tepung beras, gula pasir atau gula jawa, dan santan kelapa. Adonan ini dimasukkan ke dalam pembungkus bernama ope, yaitu anyaman dari bagian dalam pelepah pinang yang diolah secara khusus.

Mengutip dari berbagai sumber, pelepah pinang harus disamak terlebih dahulu untuk memisahkan kulit luar dan dalam. Kulit bagian dalam kemudian dibersihkan, dipotong, dan dibentuk seperti huruf L tanpa sudut.

Kemasan dijahit hingga menyerupai gelas kecil sebelum diisi adonan. Ujungnya diikat rapat sebelum dikukus.

Teknik ini membuat pudak memiliki bentuk yang khas dan sulit ditemukan pada jajanan lain. Pudak memiliki beberapa varian rasa.

Pudak putih menggunakan gula pasir, pudak merah memakai gula jawa, dan pudak sagu berbahan dasar tepung sagu. Seiring perkembangan zaman, muncul inovasi rasa seperti pudak pandan yang berwarna hijau dari sari daun pandan atau daun suji.

Awalnya, pudak hanya dijual kepada pelancong yang singgah di Gresik. Harga yang mahal membuat penduduk setempat jarang menikmatinya.

Akan tetapi, kini pudak telah menjadi sajian umum di rumah-rumah warga. Dulunya, Gresik merupakan kota pelabuhan yang ramai dikunjungi pedagang dari Makassar.

Mereka disebut encik oleh masyarakat setempat dan sering membeli pudak sebagai oleh-oleh. Kue ini dikenal tahan lama, bisa bertahan hingga tiga hari jika diangin-anginkan.

 

Mayoritas Pedagang

Hal ini sesuai dengan kebiasaan masyarakat Gresik yang banyak bekerja sebagai pedagang dan sering melakukan perjalanan jauh. Pudak menjadi panganan praktis yang mengenyangkan karena kandungan kalorinya tinggi.

Bagi yang ingin mencicipi pudak, kue ini mudah ditemukan di sejumlah lokasi di Gresik. Pusat wisata religius seperti Makam Sunan Giri dan Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim sering menjadi tempat penjualan pudak.

Pasar Kota Gresik dan toko-toko kue di Jalan Sindujoyo juga menyediakan berbagai varian pudak. Jika sedang melintas di Jalan Veteran, tepat di seberang Gedung Wisma Ahmad Yani, terdapat deretan toko yang menjual pudak dalam rangkaian lima biji per ikat.

Penulis: Ade Yofi Faidzun