Ayam Sampyok, Hidangan Khas Betawi dengan Sentuhan Tionghoa

Ayam sampyok dibuat dari ayam utuh yang bagian dadanya dibelah dan dilebarkan. Ayam ini diolah bersama lemon atau jeruk nipis, bawang merah, garam, serai, bawang putih, cabai keriting merah, cabai rawit, jahe, kemiri sangrai, ketumbar, kunyit, lada, dan kacang tanah goreng.

Diterbitkan 10 Mei 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu kuliner khas Betawi, ayam sampyok, merupakan sajian tradisional khas dengan sentuhan Tionghoa. Sajian ini menyajikan cita rasa gurih dan manis yang tercipta dari ragam rempah.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, istilah ayam sampyok berasal dari bahasa Tionghoa, san phok. Kata yang berarti tiga phoenix ini merujuk pada penggunaan tiga jenis kacang dalam bumbu ayam sampyok, yakni kacang tanah, mete, dan almond.

Nama ini juga memiliki asal-usul dalam versi lain yang menyebut bahwa julukan sampyok berasal dari burung sampyok (Eurystomula marginata). Burung ini memiliki bulu berwarna hitam dengan aksen garis biru pada bagian dada dan perutnya.

Warna bulu burung sampyok yang dominan dengan aksen hitam pekat inilah yang kemudian identik dengan bumbu kacang berwarna cokelat kehitaman pada ayam sampyok.

Terlepas dari asal namanya, sampyok bukan sekadar nama yang melekat sebagai identitas kuliner khas Betawi ini. Lebih dari itu, sampyok memiliki makna simbolis berupa persatuan atau kebersamaan. Penamaan ini sesuai dengan tradisi masyarakat Betawi yang senang berkumpul dan bersantap bersama.

Sekilas, tampilan makanan ini mirip dengan rendang. Selain rasanya yang menggugah selera, keunikan makanan ini juga terdapat pada teknik memasaknya.

 

Ayam Utuh

Ayam sampyok dibuat dari ayam utuh yang bagian dadanya dibelah dan dilebarkan. Ayam ini diolah bersama lemon atau jeruk nipis, bawang merah, garam, serai, bawang putih, cabai keriting merah, cabai rawit, jahe, kemiri sangrai, ketumbar, kunyit, lada, dan kacang tanah goreng.

Adapun untuk bumbu cemplungnya menggunakan daun salam, daun jeruk, lengkuas, garam, kaldu jamur, gula merah, dan santan. Proses membumbuinya dilakukan dua kali agar benar-benar meresap ke dalam daging.

Langkah pertama, ayam dimarinasi selama 30 menit dengan jeruk nipis atau lemon dan garam. Sambil menunggu marinasi, bumbu iris ditumis hingga harum.

Selanjutnya, bumbu halus dimasukkan untuk ditumis bersama, kecuali kacang tanah. Langkah selanjutnya, bumbu cemplung dimasukkan dan disusul tambahan kacang tanah goreng yang telah dihaluskan.

Setelah semua bumbu ditumis, baru ayam dimasukkan. Setelahnya, santan dimasukkan dan diaduk, kemudian ditutup hingga mendidih. Proses ungkep ini membuat bumbu meresap ke dalam daging ayam dan membuat daging empuk.

Selanjutnya ayam dipanggang atau dibakar di atas arang. Adapun bumbu sisa ungkep digunakan sebagai bumbu oles selama proses memanggang.

Kuliner ini memang tak sepopuler kuliner khas Betawi lainnya. Namun, ayam sampyok kerap hadir dalam hajatan masyarakat Betawi kota.

Penulis: Resla