Hari Hemofilia Sedunia: Mengenal Penyebab dan Gejalanya

Hemofilia sedang biasanya terjadi ketika kadar faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran 1-5 persen. Sementara hemofilia berat terjadi ketika kadar faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya kurang dari 1 persen.

Diperbarui 17 April 2025, 14:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Setiap 17 April, masyarakat di seluruh dunia memperingati Hari Hemofilia Sedunia atau World Hemophilia Day. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang hemofilia dan gangguan pembekuan darah lainnya.

Hemofilia adalah kelainan genetik langka yang terjadi pada sistem peredarah darah manusia. Penyakit ini mengganggu proses pembekuan darah yang mengakibatkan penderitanya mengalami perdarahan yang berkepanjangan, bahkan dari luka kecil sekalipun.

Mengutip dari laman Siloam Hospitals, hemofilia dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari ringan hingga berat. Hemofilia ringan merupakan hemofilia yang terjadi ketika kadar faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran 5-40 persen.

Hemofilia sedang biasanya terjadi ketika kadar faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya berada di kisaran 1-5 persen. Sementara hemofilia berat terjadi ketika kadar faktor pembekuan darah pada tubuh penderitanya kurang dari 1 persen.

Penyebab Hemofilia

Hemofilia terjadi akibat adanya mutasi gen pada tubuh. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhinya protein yang berfungsi dalam pembekuan darah.

Kelainan darah ini berkaitan dengan mutasi pada kromosom X. Karena itulah, hemofilia kerap dialami oleh pria karena hanya memiliki satu kromosom X.

Adapun penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui secara pasti. Seseorang yang menderita hemofilia memiliki kemungkinan untuk menurunkan penyakit ini kepada anak-anaknya.

 

Gejala Hemofilia

Indikasi gejala hemofilia yang paling mudah ditemukan adalah sulitnya darah membeku ketika terjadi luka di permukaan kulit. Apabila seseorang mengalami mimisan dan sulit berhenti, hal tersebut bisa menjadi indikasi hemofilia.

Beberapa ciri hemofilia lainnya adalah cenderung mudah mengalami memar, sering mengalami BAB berdarah, nyeri dan bengkak pada lutut dan siku yang menjadi tanda terjadinya perdarahan pada sendi, mudah kesemutan, serta sering mengalami perdarahan pada mulut dan gusi.

Hal yang perlu diwaspadai bagi penderita hemofilia adalah kemungkinan perdarahan yang terjadi di dalam tengkorak (intrakranial) ketika mengalami cedera kepala. Hal ini dapat berakibat fatal, seperti hilang kesadaran hingga berujung kematian. Perdarahan intrakranial pada penderita hemofilia biasanya akan merasakan gejala sakit kepala hebat, kelumpuhan pada sebagian atau bahkan seluruh otot wajah, muntah, dan mengalami masalah penglihatan (buram atau berbayang). Jika mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. 

Tentang Hari Hemofilia Sedunia Hari Hemofilia Sedunia pertama kali diperingati pada 1989. Peringatan ini diprakarsai oleh World Federation of Hemophilia (WFH).

Adapun 17 April dipilih karena bertepatan dengan tanggal lahir pendiri WFH, Frank Schnabel. Pemilihan tanggal ini dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Schnabel yang merupakan seorang penderita hemofilia.

Ia mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak pasien dengan gangguan pembekuan darah. Lahirnya Hari Hemofilia Sedunia bertujuan untuk melanjutkan perjuangan Frank Schnabel dalam meningkatkan kesadaran terkait hemofilia serta kondisi maupun penyakit pendarahan lainnya.

Penulis: Resla