Sukses

Mengenal Warung Nasi Ibu Imas, Tempat Makan Sunda Legendaris di Bandung

Bandung tidak hanya dikenal dengan tempat wisata alamnya yang menarik tetapi juga memiliki tempat kuliner yang menggugah selera.

Liputan6.com, Bandung - Kota Bandung tidak hanya terkenal karena wisata alamnya tetapi juga kekayaan kulinernya yang menggugah selera. Bandung mempunyai beberapa tempat makan nikmat salah satunya Warung Nasi Ibu Imas.

Warung Nasi Ibu Imas dikenal sebagai tempat makan masakan sunda legendaris yang populer tidak hanya di antara warga lokal tetapi juga wisatawan. Tempat ini identik dengan hidangan makanan sunda yang kaya rasa dan khas.

Bahkan banyak artis dan tokoh penting Indonesia yang sudah mengunjungi dan mencicipi makanan di tempat makan ini. Melansir dari media sosialnya Warung Nasi Ibu Imas dikenal dengan sambal dadak dan karedok leuncanya.

Sambal karedok menjadi menu andalan di Warung Nasi Ibu Imas dengan rasa yang pedas dan khas. Kemudian tempat makan ini juga memiliki lalapan yang disimpan menggunung di setiap meja makannya.

Diketahui Warung Nasi Ibu Imas berlokasi di tengah kota Bandung yang memudahkan sejumlah wisatawan untuk menemukan tempat makan tersebut. Selain itu warung makan ini juga menjual menu makanannya dengan harga yang terjangkau dan ramah di kantong.

Menu andalan yang sering dipesan oleh pengunjung salah satunya ayam goreng dan ayam bakar. Kemudian asisten pemilik Warung Ibu Imas pernah menuturkan ada menu makanan lain yang cukup laris seperti rendang, gepuk, tahu, tempe, dan lain-lain.

“Di sini ada juga Gepuk, rendang, tahu, tempe, sop kikil dan masih banyak lagi. Tapi yang paling laku ayam bakar,” kata Alvery mengutip dari situs Humas Kota Bandung.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Berdiri Sejak 1980

Mengutip dari situs resmi Humas Kota Bandung Warung Nasi Ibu Imas menjadi tempat makan legendaris yang telah berdiri sejak 1980. Warung makan ini milik Riswanti yang telah membuka empat tempat yang lokasinya saling berdekatan.

Diketahui lokasinya hanya terhalang oleh beberapa bangunan dan mempunyai konsep yang sederhana. Meskipun begitu warung ini selalu ramai dipenuhi pengunjung baik di hari kerja ataupun hari libur.

Pembeli yang datang ke tempat makan ini tidak hanya warga lokal Bandung tetapi juga dari daerah lain yang tengah berlibur ke Bandung. Sering kali tempat ini juga dikunjungi oleh selebriti, tokoh penting Indonesia, hingga turis mancanegara.

Meskipun menu makanannya populer di berbagai masyarakat daerah lain tempat makan ini tidak pernah membuka cabang di daerah lain. Sehingga untuk mencicipi makanannya pengunjung harus datang langsung ke Bandung.

3 dari 4 halaman

Sejarah Berdirinya Warung Nasi Ibu Imas

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber Warung Nasi Ibu Imas telah berdiri sejak tahun 1980 di Bandung. Awalnya sang pemilik yaitu Ibu Riswati hanya berjualan nasi rames menggunakan gerobak dorong.

Karena permintaan konsumen yang selalu meningkat ia pun mulai menyewa kios di kawasan Terminal Kebon Kelapa. Namu di penghujung tahun 1999 kontraknya di kios tersebut habis dan target pasaran nasi rames pun kian menghilang.

Alhasil tempat makannya sepi dan membuat beberapa pegawai terpaksa berhenti bekerja. Beberapa waktu kemudian Ibu Riswati kembali menemukan kios kecil bekas toko buku di Jalan Balong Gede.

Tempatnya hanya cukup untuk makan sebanyak 15 orang namun pelanggannya setiap hari semakin bertambah. Sejak itu warungnya yang sederhana semakin populer dan tidak pernah sepi pembeli hingga membuka cabang di Bandung yang tidak berjauhan lokasinya.

4 dari 4 halaman

Menu Andalan Warung Nasi Ibu Imas

Warung Nasi Ibu Imas dikenal sebagai rumah makan yang menyajikan menu makanan khas Sunda. Terdapat menu andalan yang populer di warung ini yaitu karedok leunca dan sambal dadakan.

Kedua menu tersebut nikmat disajikan bersama lauk pauk lainnya seperti ayam goreng, ayam bakar, tahu, tempe, dan lain-lain. Warung Nasi Ibu Imas juga identik dengan lalapan mentah atau daun-daunan rebus yang ada di mejanya.

Para pengunjung bisa menikmati lalapan tersebut sesuai dengan yang mereka sukai untuk disantap bersama makanannya. Diketahui Warung Makan Ibu Imas mempunyai banyak lauk mulai dari tahu, tempe, gepuk, rendang, ayam bakar, hingga ayam goreng.

Harganya pun relatif terjangkau dan ramah dikantong karena dijual mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 63.000. Tempat makannya pun tidak pernah sepi pengunjung baik di hari kerja atau akhir pekan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.