Sukses

Rekaman Suara CEO Hook Entertainment Ancam Bunuh Lee Seung Gi Tersebar

Liputan6.com, Bandung - Beberapa hari yang lalu, media Korea Selatan Dispatch merilis kabar mengenai kabar aktor terkenal Lee Seung Gi yang tidak dibayar oleh agensinya Hook Entertaintment selama bertahun-tahun dalam karier bernyanyi sang aktor.

Setelah kabar tersebut beredar, CEO Hook Entertainment Kwon Ju Young pun meminta maaf kepada publik. Namun tidak secara rinci menyinggung kabar tersebut.

Tak lama dari kabar tersebut muncul, Dispatch kembali merilis sebuah rekaman audio yang diduga sebagai suara dari Kwon Ju Young.

Dalam rekaman suara yang beredar, terdengar bahwa Kwon Ji Young mengancam Lee Seung Gi. Rekaman itu juga dipenuhi dengan nada-nada emosi.

Adapun rekaman tersebut didapatkan dari karyawan yang ada dalam agensi dan kejadiannya berlangsung ketika rapat. Sang CEO terdengar marah dan mengumpat dengan kata-kata yang cukup kasar.

"Aku adalah tipe orang yang ketika marah aku akan sangat tenang dan logis. Aku jadi sangat tajam namun aku harus sangat marah. Jika aku tidak marah aku hanya berteriak 'hei f*cker! Sampai-sampai aku menakuti diriku sendiri. Itu penyakitku sejak kecil," kata sang CEO dikutip dari Dispatch.

Kwon Ji Young juga mengancam bahwa dia bisa menjadi menakutkan dan tak berperasaan sehingga orang bisa saja memanggilnya manusia yang jahat.

"Aku akan menjadi sangat menakutkan dan tidak bisa berperasaan sehingga orang akan mengatakan aku akan menjadi seorang pembunuh dan bahwa aku akan menjadi manusia yang sangat jahat," lanjutnya.

Setelah ia mengucapkan hal tersebut, Kwon Ji Young tidak segan mengancam ingin membunuh Lee Seung Gi.

"Saya bersumpah atas nama saya bahwa saya akan membunuhnya. Aku akan menghabiskan sisa hidupku mencoba membunuh Lee Seung Gi. Ibu sialan itu aku bersumpah," ujar Kwon.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Awal Kisruh

Lee Seung Gi dikabarkan meminta laporan pendapatannya selama dirinya terjun dalam dunia musik kepada agensinya, Hook Entertainment. Sebab setelah sudah merilis 137 lagu, Lee Seung Gi tidak menerima uang sama sekali dari agensi.

Dalam karier musiknya, Lee Seung Gi memulai debutnya pada 2004 dengan sebuah album perdana bernama "The Dream of a Moth".

Namun, ternyata sejak saat itu, Hook Entertainment tidak pernah memberikan bayaran kepada Lee Seung Gi dan bahkan ia disebut sebagai korban manipulasi agensi.

Beberapa dokumen pendapatan dari awal kariernya telah hilang karena agensi diduga menghapus dan menghancurkannya. Maka dari itu, sulit bagi Lee Seung Gi untuk bisa memverifikasi mengenai penghasilannya yang telah didapat dari karier musik tersebut.

3 dari 4 halaman

CEO Agensi Telah Mencuci Otak Sang Aktor

Manajer Lee Seung Gi lantas membocorkan kepada Dispatch perihal CEO Kwon Jin Young yang kerap memanipulasi dan mencuci otak sang artis.

"CEO akan selalu berkata, 'Kamu penyanyi minus. Penggemarmu tidak pernah mengeluarkan uang untukmu tapi mereka telalu banyak meminta. Kamu menghasilkan banyak uang melalui proyek (akting, variety show) lainnya'," ungkap manajer dikutip dari Koreaboo.

"'Anggap saja karier menyanyimu sebagai fan service.' Dia mencuci otaknya. Jika Seung Gi bertanya tentang akuntansi, dia akan dimarahi. Lee Seung Gi memilih untuk tidak dibayar daripada dimarahi," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Karier Bernyanyi

Seperti diketahui, Lee Seung Gi merupakan salah satu aktor besar Korea Selatan. Kariernya dalam dunia akting sudah tidak asing lagi terlihat oleh para penggemar drakor. Namun juga disebut sebagai King Ballad karena suaranya yang memang bagus.

Kariernya dalam dunia tarik suara ternyata mendapatkan ketidakadilan dari agensinya terutama seperti dikabarkan Dispatch bahwa sang aktor tidak menerima bayaran dari karier bernyanyinya selama 18 tahun.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.