Sukses

Geger Warga Blora Temukan Benda Diduga Bom di Area Petilasan Sunan Kalijaga

Liputan6.com, Blora - Kumaidi, seorang warga Dukuh Karang Legi RT 02 RW 07, Desa Patalan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, menemukan sebuah benda peninggalan perang dunia yang diduga adalah bom.

Temuan benda tersebut berasal dari area persawahan warga dekat petilasan Sunan Kalijaga yang lokasinya berada di sekitar makam desa setempat.

"Jam 09.00 WIB tadi menemukan benda ini ya dekat pemukiman warga," ucap Kumaidi kepada awak media, Sabtu (6/8/2022).

Menurutnya, ia sengaja alias iseng-iseng mencari berawal dari cerita tutur kakeknya dulu, menyebutkan bahwa di sekitar lokasi setempat terdapat benda bersejarah.

Kumaidi hanya seorang diri saat menemukan bom tersebut dari bawah tanah yang tidak begitu dalam. Beratnya benda peninggalan perang dunia itu mencapai sekitar 50 kilogram.

"Ada di kedalaman 60-70 sentimeter, beratnya sekira 50 kilogram," ujarnya.

Ia mengaku menggunakan alat metal detector dalam menemukan benda kuno ini. Alat tersebut dibelinya secara online dengan harga Rp500 ribuan.

"Memang ini cerita mbah-mbah dulu, ada pejuang dulu. Terus iseng cari di situ," ucapnya.

Kumaidi mengangkat benda diduga bom berbentuk seperti rudal zaman perang dunia itu bersama temannya dan langsung dilaporkankan ke pihak kepolisian dan Kodim setempat.

Ia menduga masih ada kemungkinan benda sejarah lain di sekitar penemuan benda diduga bom tersebut. Diketahui, dari pihak kepolisian dan kodim sudah langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ini lokasi temuan juga sudah dipasangi police line untuk mencegah warga datang mendekat. Serta petugas sendiri masih melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 3 halaman

Petilasan Sunan Kalijaga di Blora

Dukuh Karang Legi, Desa Patalan, Kecamatan Blora, merupakan perkampungan yang konon pernah disinggahi Sunan Kalijaga saat berkelana pada abad ke XV. Lokasinya berada di sekitar area kuburan atau makam.

Hal itu pernah diakui seorang juru kunci kuburan setempat yakni Mbah Joyo kepada Liputan6.com pada Kamis, 30 April 2020. Menurutnya juga, petilasan Sunan Kalijaga di dukuhnya tersebut sering dikunjungi warga daerah Blora hingga luar daerah Blora.

"Sering warga dari mana-mana datang. Dulu pepohonan disini lebat dan saya yang memotongi," kata Mbah Joyo, kala itu.

Ia menganggap petilasan Sunan Kalijaga di dukuhnya tersebut menyimpan banyak misteri. Dirinya juga sempat menyaksikan hal aneh yang kerap terjadi.

Mbah Joyo sekilas bercerita, bahwa dahulu kala pada tahun 1983 pernah ada para pemain seni tradisional tengah malam berada di tengah-tengah blumbang, tempat masa lalu yang dijadikan Sunan Kalijaga untuk membuat batu bata. Kedatangan orang-orang itu bukan untuk memainkan kesenian, melainkan hendak mandi.

"Dikira blumbang batu bata itu sumur yang bisa dipakai untuk mandi. Mereka datang serombongan seperti orang mandi di tengah ara-ara yang tidak ada sumurnya," katanya, menceritakan kisah misterius di area petilasan Sunan Kalijaga.

Kemudian cerita lain, tentang banyaknya orang mencari wangsit atau petunjuk di lokasi keramat Petilasan Sunan Kalijaga tersebut.

"Padahal di sini (lokasi petilasan) sudah tidak ada batu bata peninggalan Sunan Kalijaga yang utuh. Jika menemukan yang utuh dulu ada yang ngomong mau dibeli berapapun permintaannya," kata dia.

Mbah Joyo mengungkapkan, lokasi petilasan Sunan Kalijaga itu tidak bisa dianggap sembarangan lantaran peristiwa misterius dari masa ke masa kerap terjadi.

 

3 dari 3 halaman

Kandang Bebek Sunan Kalijaga

Hal senada disampaikan warga Dukuh Karang Legi, Supardi yang saat itu hendak mencari rumput untuk pakan ternaknya. Dia bilang, blumbang kandang bebek yang dipelihara Sunan Kalijaga juga kental aroma mistis, yang berkaitan dengan peristiwa saat ini.

"Warga sini (Karang Legi) tidak ada yang ternak bebek. Tidak ada yang berhasil beternak unggas itu," kata dia.

"Sebelum warga ternak bebek, Sunan Kalijaga sudah ternak bebek pada masa lalu," kata Supardi lagi.

Menurut pemerhati sejarah Blora, Eko Arifianto, berdasarkan catatan Sejarah Carita Lasem tahun 1858, Sunan Kalijaga merupakan putra dari Pangeran Santi Badra alias Mpu Tumenggung Wilatikta dengan Putri Sukati anak dari Sunan Bejagung Adipati Tuban (Kabupaten Tuban, Jawa Timur) yang lahir di Lasem pada 1468 Masehi dengan nama Santi Kusuma.

Dia menuturkan, Sunan Kalijaga adalah anak ke-10 dari pasangan Pangeran Santi Badra dengan Putri Sukati, yang mana Pangeran Santi Badra sendiri adalah putra kedua dari Pangeran Badranala Adipati Lasem dan Bi Nang Ti alias Kumudawardhani atau sering disebut Putri Cempa.

"Santi Kusuma alias Raden Mas Said alias Pangeran Lokawijaya alias Sunan Kalijaga," terang dia.