Sukses

Megalit hingga Satwa Endemik di Logo Festival Danau Poso 2022, Apa Maknanya?

Liputan6.com, Palu - Setelah 2 tahun terhenti akibat pandemi, Festival Danau Poso (FDP) kembali akan digelar pada Oktober 2022 nanti. Sebagai persiapan hajatan tersebut pihak Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah merilis logo festival tahunan itu.

Logo baru Festival Danau Poso (FDP) tahun 2022 itu didominasi wana tulisan merah dan biru yang menyimbolkan semangat dan kepercayaan.

Terdapat pula gambar patung megalit berusia ribuan tahun yang banyak tersebar di Lembah Lore, Kabupaten Poso, yang menjadi ikon budaya dan kekayaan sejarah Sulawesi Tengah.

Selain pada logo, kekayaan dan keunikan alam Sulteng juga tampak pada visual brand yang digunakan tahun ini dengan gambar Burung Maleo dan Ikan Sogili yang merupakan satwa endemik.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih mengungkapkan kembali digelarnya festival tahunan di Sulteng itu menunjukkan gairah membangun pariwisata yang sempat lesu di provinsi tersebut.

“FDP tahun 2022 sudah dirancang sejak Februari termasuk konsepnya. Kalau tidak ada halangan Oktober mendatang sudah digelar,” kata Diah kepada jurnalis usai acara pengenalan logo FDP tahun 2022 di Palu, Sabtu (2/7/2022).

 

Simak Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Perbaikan Infrastruktur untuk 10 ribu Wisatawan

Sebagai ajang promosi wisata daerah, pertunjukkan seni dan budaya masyarakat Poso yang kaya nan unik serta keindahan Danau Poso akan ditonjolkan dalam FDP.

Daya tarik itu diharapkan menarik wisatawan domestik dan mancanegara sehingga juga mendatangkan profit bagi masyarakat setempat.

Olehnya kata Diah perbaikan infrastruktur, transportasi, dan akomodasi penunjang terus dilakukan sebelum pelaksanaan FDP 2022.

“Kami targetkan 10 ribu wisatawan datang ke FDP kali ini. Jalan lingkar Danau Poso masih terus dikerjakan, sementara pengelola hotel dan penginapan kami dorong menggunakan platform digital untuk memudahkan wisatawan,” Diah mengungkapkan.

Festival Danau Poso sendiri pertama kali digelar tahun 1989 dan telah masuk dalam kalender pariwisata nasional. Kota Tentena yang berlokasi di pinggir Danau Poso menjadi pusat penyelenggaran Festival yang 2 tahun urung dilaksanakan lantaran pandemi Covid-19.