Sukses

BBKSDA Riau 'Simpan' Hasil Laboratorium Bangkai Gajah Mati di Bengkalis, Mengapa?

Liputan6.com, Pekanbaru - Sudah dua pekan lebih gajah mati di Dusun Pematang Gonting, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis. Hingga kini, gajah yang membawa serta anaknya mati itu tidak diketahui penyebab pasti kematiannya.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum mengungkap hasil nekropsi atau bedah bangkai yang dikirim ke laboratorium. Salah satu alasannya adalah penyelidikan.

"Guna kepentingan proses lidik dan sidik oleh tim, mohon bersabar," kata Plh Kepala BBKSDA Riau Hartono, Senin siang, 6 Juni 2022.

Hartono menjelaskan, BBKSDA Riau bersama penyelidik Polri dan penegakan hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang berusaha membongkar perkara ini.

Hartono menyatakan, kematian gajah di hutan tanaman industri konsesi perusahaan itu masuk dalam tindak pidana kehutanan.

"Tim sedang mencari titik terang, jadi sekali lagi bahwa demi kepentingan itu semua, mohon dukungan dan pengertian (hasil tes laboratorium)," imbuh Hartono.

Hartono menyebut tim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan proses penyelidikan lainnya. Tim khawatir kalau prosesnya terlalu dibuka maka pelaku menghilangkan barang bukti.

"Karena berdasarkan bukti-bukti petunjuk ada unsur dengan barang siapa membunuh melukai dan seterusnya," ucap Hartono.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Buah Nanas

Sebelumnya, Hartono menyebut dalam perut gajah mati ditemukan buah nanas. Hal itu berdasarkan nekropsi yang dilakukan oleh tim medis.

Dari temuan itu, petugas langsung menyisir lokasi. Namun, di sana tidak ditemukan adanya kebun nanas.

"Itu sebagai parameter, ada kecurigaan, indikasi (nanas) itu sebagai media," ucap Hartono.

Hartono menerangkan, gajah mati itu ditemukan di sebuah jalanan yang di pinggirnya ada pohon akasia sebagai tanaman di perusahaan hutan tanaman industri. Di sana juga ada kebun sawit yang tidak diketahui pemiliknya.

Lokasi itu berada di perbatasan PT Riau Abadi Lestari dan PT Arara Abadi. Tidak diketahui apakah perusahaan ini masih satu atau berbeda grup.

"Posisinya itu di perbatasan, jalur lintas antara dua (perusahaan) itu," kata Hartono.

 

Simak video pilihan berikut ini: