Sukses

Bangkit dari Keterpurukan dengan Bisnis Online di Palembang

Liputan6.com, Palembang - Pandemi COVID-19 di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), cukup membuat perekonomian para Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berada di fase terpuruk.

Hal itulah yang juga dialami Alvina (24), warga Jalan Sultan Syahrir Palembang Sumsel, mengalami jatuh bangun dalam memulai bisnisnya.

Dia sempat patah arang, ketika berbagai usaha kulinernya tak sesuai ekspektasinya. Mulai dari usaha minuman kopi hingga makanan siap saji di depan rumahnya.

Kendati usahanya berada di pinggir jalan, namun penjualannya pun tak mampu menutupi modal yang sudah dia keluarkan. Terlebih di pandemi COVID-19 yang sudah berjalan beberapa tahun, peminat jajanannya sepi hingga akhirnya usahanya gulung tikar.

“Sempat putus asa, apalagi suami saya kerjanya juga freelance, jadi tidak ada penghasilan apapun. Terutama kami masih pengantin baru, harus benar-benar mencoba berbagai cara untuk bertahan hidup,” ucapnya kepada Liputan6.com di Palembang, Rabu (3/2/2022).

Awalnya, dia ingin meminjam uang ke bank. Namun terkendala dengan jaminan, yang sama sekali tidak dimilikinya. Akhirnya, dia mendapatkan kabar tentang program PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, yang sangat memudahkannya untuk mendapatkan modal dengan mudah.

Program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), sangat cocok bagi dirinya seorang perempuan prasejahtera, yang ingin bangkit dari keterpurukan.

Akhirnya dia mendapatkan modal sebesar Rp 2 juta, yang bisa didapatkan tanpa syarat yang memberatkan. Apalagi angsurannya bisa dicicil selama 25 – 50 minggu. Sehingga, dia lebih bersemangat untuk kembali membangun usaha.

Kini, Alvina menjajaki usaha thrifting di akun media sosial (medsos) Facebook. Pakaian bekas yang masih layak, dijualnya dengan cara live online. Hanya bermodal Rp 2 juta, dia pun bisa mengantongi untung berkali lipat.

“Alhamdulillah, usaha baru saya sudah banyak digandrungi. Walau untung tipis-tipisan, tapi berjalan lancar. Saya juga bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur, ketika suami saya sedang tak ada penghasilan,” ucapnya.

Sama halnya dirasakan Welly, warga Sukarami Palembang yang sangat terbantu dengan Kreasi Ultra Mikro Pegadaian, yang didapatinya sebesar Rp 10 juta pada beberapa tahun lalu di Pegadaian.

Usaha perabot rumah tangga yang dirintis, diakuinya memang membutuhkan modal yang cukup besar. Apalagi dia menjual perabot rumah tangga dengan merk ternama dan kualitas yang bagus.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 3 halaman

Usaha Online

“Memang butuh sekali modal. Saya sejak gadis memang suka berjualan online sampai sekarang menikah. Dengan adanya bantuan modal tersebut, saya bisa memutar usaha dengan bunga yang kecil. Beruntung sekali adanya bantuan seperti itu untuk usaha online saya,” ucap pemilik usaha online PerabotKita di Instagram.

Diungkapkan Ary Dekky Hananto, Kepala Divisi Penyaluran Pembiayaan I Pusat Investasi Pemerintah (PIP), pembiayaan ultra mikro terbesar disalurkan di sektor pedagang eceran yang mencapai Rp 6,71 triliun.

Lalu, sektor perikanan sebesar Rp 227,58 miliar, sektor jasa sebesar Rp.59,56 miliar dan sektor Industri pengolahan sebesar Rp 30,52 miliar.

Pada tahun 2021 lalu pihaknya telah menyalurkan pembiayaan Ultra Mikro sebesar Rp 7 triliun untuk 1,8 juta nasabah. Sementara untuk tahun 2022 ini penyaluran pembiayaan Ultra Mikro ditargetkan naik untuk dua juta nasabah

“Untuk 2022 ditargetkan dua juta debitur, jadi tumbuh di atas 10 persen. Dengan kondisi pandemi yang terkendali, kami yakin target ini bisa tercapai,” ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Solusi Bagi UMKM

Agar penyalurannya tepat sasaran, PIP menyediakan pendamping lembaga penyalur kepada debitur. Lembaga debitur akan menyampaikan laporan secara berkala, terkait progres penggunaan pembiayaan tersebut.

“Kita meminta laporan setiap lembaga penyalur untuk melaporkan setiap semester hasil – hasil dari pendampingan tersebut,” ujarnya.

Diungkapkan Pemimpin PT Pegadaian Kanwil III Palembang Julianto, Pegadaian memberikan solusi bagi UMKM dan usaha Ultra Mikro (Umi), agar bisa bangkit dari keterpurukan terutama karena dampak pandemi COVID-19.

“Dalam upaya membantu UMKM yang belum pernah tersentuk fasilitas kredit dari bank, Pegadaian meningkatkan penyaluran Kredit Ultra Mikro (Kreasi UMi). Ini salah satu alternatif dalam pemberian fasilitas kredit yang bersifat fleksibel, sehingga tidak menyulitkan para nasabah,” katanya.

"Pegadaian mendukung pembentukan ekosistem ultra mikro untuk mewujudkan pemulihan ekonomi di Sumsel maupun nasional," katanya.