Sukses

Puluhan Anggota GMBI Tasikmalaya Ditangkap Usai Demo Rusuh di Mapolda Jabar

Liputan6.com, Tasikmalaya - Puluhan anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, diamankan polisi setelah demo rusuh di Mapolda Jawa Barat kemarin.

“Ada yang ikut 60 orang dari Tasikmalaya,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, Kamis malam (27/1/2022).

Menurutnya, setelah aksi demo brutal tersebut pecah di Mapolda Jabar, lembaganya langsung melakukan indentifkasi terhadap para peserta demo yang berasal dari Tasikmalaya. “Mereka berasal dari berbagai Kecamatan di Tasikmalaya,” kata dia.

Untuk mengantisipasi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat setelah rusuh itu, Polres Tasikmalaya langsung melakukan patroli gabungan di sejumlah titik.

Mulai jalur perbatasan Tasikmalaya-Garut, kemudian Tasikmalaya dengan Kota Tasikmalaya, termasuk markas GMBI kabupaten Tasikmalaya yang berada di jalan Dozer Singaparna, tak luput dari pantauan petugas. “Kita intinya mengarahkan mereka untuk ikuti aturan,” kata dia.

Hasilnya, petugas gabungan tidak menemukan aktifitas para anggota GMBI, bahkan sekretariat kelompok itu tampak kosong hingga Kamis malam.

“Jangan terprovokasi dan dukung penegakan hukum yang dilakukan Polri,” pinta dia mengingatkan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Demo Rusuh GMBI

Sebelumnya ratusan massa anarkis GMBI melakukan demo rusuh di depan Mapolda Jabar. Mereka melakukan aksi untuk menanyakan perkembangan kasus pengeroyokan anggota mereka yang terjadi di Interchange, Karawang November 2021 lalu.

Dalam video yang beredar, terlihat barisan petugas dilempari batu dan botol oleh massa. Mereka sengaja melakukan penyerangan, pelemparan anggota hingga menyebabkan beberapa petugas terluka setelah dikeroyok peserta aksi.

Bahkan fasilitas pagar Mapolda Jabar roboh. Beruntung petugas yang berjaga berusaha untuk tidak tersulut, dan menghindari bentrok.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sebanyak 725 orang anggota GMBI diamankan petugas, bahkan belasan di antaranya diketahui positif menggunakan narkoba.