Sukses

'Sihir' Eksotisme Alam Garut Membuai Mata Sineas Perfilman Nasional

Liputan6.com, Garut - Anggota DPR RI Ferdiansyah mengatakan, eksotisme alam Garut, Jawa Barat yang dikenal indah sejak lama, mulai diminati kalangan sineas perfilman nasional sebagai lokasi garapan film.

"Film ini masuk 17 sub sektor dari 17 yang ada di Kemenparekraf, Garut punya sejarah dalam perfilman," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengembangan film nasional termasuk fotografi, dinilai positif dalam upaya memunculkan ikon alam Garut untuk mendongkrak sektor wisata kota Intan.

"Beberapa bukti katakanlah pelaku-pelaku perfilman, para aktor dan pelaku preman pensiun sebagian adalah orang-orang Garut juga,” kata dia.

Sementara bagi kalangan fotografi, potensi lanskap alami kabupaten Garut yang begitu indah, bisa menjadi daya tarik bagi mereka untuk mengeksploitasi kekayaan dan keindahan alam Garut.  

"Dan itu akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Garut, makanya saya kampanyekan terus menerus," ujar politikus Golkar tersebut.

Tidak hanya itu, melalui film dan fotografi, sektor wisata bisa tumbuh kembang dengan penawaran ragam paket kunjungan wisata alam yang indah.

"Dan benar-benar lebih mengenal Garut sebagai Swiss Van Java yang memiliki udara yang sejuk," kata dia.

 

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Potensi Melimpah

Sutradara FIlm Preman Pensiun Aris Nugraha mengakui jika para sineas film nasional mulai melirik wisata alam Garut sebagai lokasi syuting film garapan mereka.

"Respon (Pembuatan film di Garut) luar biasa, kemarin kita buat film preman pensiun manusia merdeka itu seratus persen di Garut," ungkap dia.

Alhasil, respon pemirsa televisi begitu pun pelaku industri film nasional, mulai tertarik untuk mengeksploitasi keindahan alam Garut.

"Dari TV minta lagi (film) yang setting Garut, karena di Garut alamnya indah banget, itu baru Darajat yang dieksplor, belum yang lain," ujar dia bangga.

Saat ini, beberapa rumah produksi yang berasal dari ibu kota mulai melirik Garut sebagai lokasi pembuatan film mereka, meskipun biaya yang dikeluarkan lumayan tinggi.

"Problem utamanya fasilitas, di Garut tidak ada sewa peralatan, belum lagi kalo bawa kru banyak ke Garut biayanya cukup lumayan seperti untuk penginapan kru dan lainnya," papar dia.