Sukses

Diseminasi: Cara Kemenag Tangkal Hoaks Isu Haji

Liputan6.com, Bangkalan - Keputusan pemerintah meniadaan ibadah haji tahun 2021 tak luput dari hoax. Di media sosial, bertebaran meme dan aneka narasi yang menyebut peniadaan haji bukan semata karena pandemi, melainkan karena dana haji telah habis dipakai pemerintah.

Guna menangkal isu hoax seputar peniadaan haji ini, Kementerian Agama melawannya lewat program diseminasi agar para jamaah haji mendapat penjelasan langsung dari para narasumber yang berkompeten.

Selama tiga hari, 15 hingga 17 Oktober, acara desiminasi ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pesertanya adalah para jemaah calon haji, pegawai kantor Kementerian Agama, tokoh Agama hingga tokoh masyarakat.

Tidak hanya dari Bangkalan, secara bergantian peserta juga datang dari Kabupaten Sampang.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kemenag, Nur Arifin yang hadir secara virtual mengatakan keputusan pembatalan pembarangkatan murni karena pandemi, di mana pemerintah Arab Saudi tidak membuka akses untuk berhaji.

“Keputusan pembatalan keberangkatan haji memang berat tetapi itu pilihan terbaik karena bagian dari kewajiban negara melindungi warganya dari Covid-19,” kata dia, Minggu (17/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Dana Haji Aman

Diskusi dalam desiminasi pembatalan haji ini selalu menarik. Umumnya para jamaah mempertanyakan pengelolaan dana haji dan upaya pemerintah agar tahun depan tak ada pembatalan haji kembali.

Anggota Komisi VIII DPR Hasani Bin Zuber, salah satu pembicara desiminasi, memastikan dan haji disimpan dengan aman, meski dua tahun ini ibadah haji dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Tidak hanya Indonesia, Pemerintah Arab Saudi juga tak membuka akses haji untuk negara Islam yang secara geografis berdekatan seperti Yaman dan Mesir.

Dia memastikan dana haji tidak dipakai untuk membangun infrastruktur, seperti narasi hoax yang banyak beredar di media sosial.

"Dana haji dikelola secara profesional oleh BPKH (badan pengelola keuangan haji)," Kata politikus Demokrat ini.

Hasani berharap para peserta desiminasi bisa meneruskan informasi yang telah mereka dapat seputar pembatalan haji ke para jamaah haji lain atau masyarakat umum.

"Jangan mudah percaya pada hoax, mulai saat ini budayakan mencari informasi pada sumber yang kompetens," Ujar dia.