Sukses

Kabar Terkini Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Suami dan Istri Muda Jalani Tes Kebohongan

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang memasuki babak baru. Terkini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi termasuk melakukan tes kebohongan kepada suami beserta istri muda.

Diketahui, jenazah ibu dan anak berinisial TH (55) dan AMR (23) ditemukan pada Rabu (18/8/2021) pagi hari. Korban pembunuhan di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, itu ditemukan tak bernyawa di bagasi sebuah mobil mewah.

Suami dari TH, Yf dan istri mudanya Mn dikabarkan telah menjalani pemeriksaan tes kebohongan yang dilakukan penyidik Direktorat Tipidum Bareskrim Polri. Hal itu disampaikan kuasa hukum Yf, Rohman Hidayat, Selasa (21/9/2021).

Rohman mengatakan, kliennya menjalani tes kebohongan selama dua hari yaitu pada Kamis (16/9/2021) dan Jumat (17/9/2021). Pemeriksaan itu dibagi dua sesi. Pertama, pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kemudian sesi kedua dilakukan pada Jumat sehabis salat Jumat hingga pukul 15.00 WIB.

"Kamis dan Jumat Pak Yf diperiksa di salah satu tempat, karena memang orang Bareskrim langsung yang memeriksanya, diperiksa tes kebohongan," ucap Rohman.

Selain itu, penyidik juga turut memeriksa Mn bersama anaknya dengan tes serupa pada Sabtu (18/9/2021) mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

"Secara eksplisit ditanya apakah Pak Yf melakukan atau menyuruh melakukan. Dan seperti keterangan mereka ke saya, baik Bu Mn maupun Pak Yf, itu tidak pernah melakukan dan menyuruh melakukan (pembunuhan)," tutur Rohman.

Rohman mengaku tidak ikut mendampingi saat tes berlangsung. Sampai saat ini, kata dia, kliennya belum tahu hasil dari tes kebohongan.

"Saya tidak masuk, menurut keterangan Pak Yf saat itu dia dites kebohongan memakai alat-alat yang ditempel di dada dan tangan. Kaitannya dengan hasil tesnya silakan teman-teman tanyakan kepada penyidik, karena memang yang saya ketahui seperti itu dan saya tidak masuk ke ruangan," katanya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.