Sukses

Aksi Polisi Memberantas Premanisme dan Pungli di Perbatasan RI-Filipina

Liputan6.com, Manado - Menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang pemberantasan aksi premanisme di seluruh tanah air, aparat kepolisian di wilayah perbatasan RI-Filipina bergerak cepat melakukan tindakan nyata. Seperti di wilayah Polres Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe.

Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan mengatakan, Polres dan Polsek jajaran berkomitmen memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah perbatasan RI-Filipina.

“Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat di wilayah ujung utara NKRI,” ujang Kapolres, Selasa (16/6/2021).

Tim Patroli maupun Piket Fungsi Polres bergerak menyasar ke tempat-tempat yang dianggap rawan terjadi aksi premanisme, miras, sajam dan aksi kriminalitas lainnya.

Selain itu juga masyarakat dapat melaporkan ataupun menginformasikan serta memberikan aduan aksi premanisme maupun tindak pidana melalui layanan Call Center 110 Polres Kepulauan Talaud.

“Masyarakat yang mengetahui adanya aksi premanisme dapat melaporkan kepada kepolisian terdekat atau dapat hubungi 110 untuk dilaksanakan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tandas Alam.

 

2 dari 3 halaman

Cegah Pungli

Hal yang sama dilakukan Polres Kepulauan Sangihe, yang juga berada wilayah perbatasan RI-Filipina. Personel Satsamapta Polres Kepulauan Sangihe dipimpin Ipda Jotam Takahegesang melaksanakan patroli KRYD atau Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dan premanisme, Kamis (17/06/2021).

TimpPatroli menyisir sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Tona 1, Kelurahan Tidore, Pelabuhan Nusantara Tahuna, Pasar Towo’e, pusat pertokoan Tahuna, Kelurahan Soataloara, dan Kelurahan Dumuhung. Patroli ini untuk memantau aktivitas masyarakat, penerapan protokol kesehatan (prokes), serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

“Tujuannya mencegah penyebaran virus corona dan mengantisipasi premanisme maupun pungutan liar,” kata Takahegesang.

Di sela-sela patroli, petugas juga menyampaikan imbauan 5M kepada masyarakat. Yaitu dengan Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Tidak ditemukan hal-hal maupun kejadian menonjol, situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

“Meski demikian, patroli terus kami lakukan secara rutin untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di perbatasan RI-Filipina,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: