Sukses

Ratusan Titik Api Tersebar di Ogan Komering Ilir, Ini Kesiapan Satgas Karhutla Sumsel

Liputan6.com, Palembang - Jelang musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, salah satu kawasan yang banyak terjadi karhutla.

Berbagai langkah dilakukan untuk pencegahan dan antisipasi karhutla di Sumsel, di antaranya menggelar Apel Kesiapan Antisipasi Karhutla di Lapangan Bola Kebun Sumber Sawit Desa Balian, Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel, pada hari Rabu (9/6/2021).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri dan dihadiri oleh Danrem 044 Garuda Dempo, pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir, Kepala DAOPS Manggala Agni OKI, camat dan perusahaan perkebunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Ogan Komering Ilir.

Lalu, ada Tim Reaksi Cepat (TRC) Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, serta Tim Heli Attack (Helitack) beserta 1 set pompa pemadam Mark-3 Kit, yang biasa dibawa saat patroli udara dengan helikopter.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, ditemukan sebanyak 120 titik api di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel.

“Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya akan menerjunkan personilnya, bersama perusahaan perkebunan dan perusahaan pemilik izin konsesi HTI dan Manggala Agni. Untuk memantau dan mencegah terjadinya karhutla tahun ini," ungkapnya di Ogan Komering Ilir.

Apel kesiapsiagaan tersebut juga diisi dengan pemberian penghargaan piagam ke Kapolda Sumsel. Penghargaan tersebut diberikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), yang diserahkan oleh Wakil Komisaris APHI Sumsel Efendy.

 

2 dari 3 halaman

Patroli Udara

Kapolda Sumsel diberi penghargaan, karena kepemimpinannya dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla tahun 2020 di Sumsel. Penghargaan juga diberikan kepada Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, atas dukungannya dalam pengembangan inovasi Drone Squad.

Fire Operation Management Head APP Sinar Mas Region OKI Mares Prabadi menjelaskan, patroli udara merupakan salah satu metode deteksi dini dan reaksi cepat, yang menjadi landasan penerapan penerapan Integrated Fire Management yang ada di perusahaan.

“Selama patroli udara berlangsung, TRC selalu siap jika ditemukan titik api. Mereka akan turun dari helikopter, dengan peralatan pemadam yang telah disiapkan untuk memadamkan api,” katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :