Sukses

Rendang dan Opor Lebaran di Slowakia Jadi Obat Rindu Tanah Air

Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini merupakan tahun kedua perayaan Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19 di seluruh dunia, termasuk Slowakia. Sedikit beda dengan tahun lalu, Idul Fitri 1442 Hijriah ini berlangsung saat kondisi pandemi di Slowakia sedang membaik. Kondisi di mana ada penurunan signifikan jumlah kasus harian dan juga semakin banyak penduduk yang telah divaksin.

Saat ini protokol pandemi diberlakukan sesuai kondisi pada masing-masing wilayah di Slowakia. Untuk wilayah Bratislava, diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan di dalam ruangan dengan maksimal pengunjung 150 orang.

Mempertimbangkan perkembangan situasi terkini dan aturan yang berlaku, KBRI Bratislava di Slowakia menyelenggarakan rangkaian kegiatan perayaan hari raya Idul Fitri pada hari Kamis, 13 Mei 2021 lalu. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 50 orang masyarakat, diaspora, dan sahabat Indonesia serta komunitas Islam yang ada di Slowakia ini diadakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai peraturan yang berlaku.

Para tamu undangan dan seluruh panitia yang bertugas diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes COVID-19 yang masih berlaku atau surat bukti telah divaksin. Setelah melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri bersama, para tamu undangan juga melaksanakan tradisi Halal Bi-Halal atau saling memohon maaf satu sama lain dan diakhiri dengan santap siang bersama.Foto bersama Lebaran di KBRI BratislavaMomen Lebaran bersama KBRI ini rupanya cukup dinantikan oleh masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya di Slowakia yang jumlah penduduk muslimnya sangat sedikit -sehingga suasana Lebaran kurang terasa. Berbagai sajian dan kue kering khas Lebaran menjadi pengobat rindu kampung halaman bagi banyak WNI yang sudah lama tidak kembali ke Indonesia terutama karena pandemi.

Ketupat yang dimakan bersama sayur nangka, rendang, dan opor ayam menjadi primadona siang hari itu. Bukan hanya bagi lidah Indonesia, tetapi juga bagi para tamu undangan asal Slowakia, seperti Imam Muhamad Safwan Husna dari Islamic Centre of Cordoba di Bratislava yang turut menghadiri acara.

Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso Asmady menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan, setelah cukup lama KBRI tidak menyelenggarakan kegiatan bertatap muka langsung. Dubes RI juga menyampaikan harapan agar keluarga besar komunitas Indonesia di Slowakia tetap dalam lindungan Tuhan YME dan terhindar dari COVID-19 dengan menjaga protokol kesehatan.

Mengingat Islam bukan merupakan agama resmi yang tercatat di Slowakia, maka hingga saat ini belum terdapat masjid di Slowakia. Satu-satunya pusat kajian Islam yang menyelenggarakan Salat Idul Fitri berjamaah di kota Bratislava adalah the Islamic Centre of Cordoba. Seiring protokol kesehatan, kapasitas yang dimiliki juga sangat terbatas sehingga menyulitkan WNI muslim yang jumlahnya cukup banyak.

Widya Ch. Notodihardjo, diplomat KBRI Bratislava di Slowakia

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Ini