Sukses

Korban Bullying Diduga Libatkan Mahasiswa Unpar Angkat Bicara

Liputan6.com, Bandung - Setelah video bullying atau perundungan yang melibatkan mahasiswa Unpar viral di media sosial. Kini, sebuah video klarifikasi atas nama Muhammad Nura Kallynda Ramadani, yang mengaku sebagai korban perundungan, diterima Liputan6.com.

Dalam video berdurasi 57 detik tersebut, Nura mengaku adalah korban bullying. Namun, Nura tak menjelaskan secara detail perihal duduk perkara mengapa dirinya bisa sampai menjadi korban perundungan tersebut. Melalui video singkat, Nura hanya menegaskan kejadian yang menimpa dirinya dilatarbelakangi masalah pribadi.

"Saya, Muhammad Nura Kallynda Ramadani. Saya di sini selaku korban dari pihak terkait, ingin mengklarifikasi terkait video yang viral di media sosial tersebut," ungkap korban bullying seperti dalam video yang diterima Liputan6.com, sekitar pukul 15.00 WIB.

Nura mengaku, persoalan antara dia dan sejumlah orang di video itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menuturkan, semua pihak sudah berdamai dengan membuat surat perjanjian damai yang ditandatangani di atas materai.

"Jadi, permalasahan dari video tersebut sudah sepenuhnya clear dan sudah beres, dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan sudah membuat surat perjanjian damai satu sama lain. Jadi, masalah yang terjadi itu sepenuhnya masalah internal dari kami," kata korban bullying ini.

 

2 dari 3 halaman

Surat Perjanjian Damai

Selain video, diterima pula beberapa foto surat perjanjian damai yang dimaksud. Surat itu ditandatangani oleh empat pihak. Nama Muhammad Nura Kallynda Ramadani tertera sebagai pihak pertama. Terdapat 9 poin perjanjian damai dalam surat tersebut. Adapaun, surat tersebut ditandatangani pada 9 November 2020 lalu.

Melalui surat tersebut, dapat diketahui bahwa lokasi terjadinya perundungan tersebut terjadi di Taman Makulu.

Sempat diberitakan, Pihak kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung akhirnya menanggapi video berkonten bullying atau perundungan yang ramai beredar di media sosial. Sebelumnya, mahasiswa Unpar disebut-sebut terlibat sebagai pelaku pada aksi bullying yang tampak sengaja direkam tersebut.

Kepala Kehumasan dan Protokoler Unpar, Magenta Paramita membenarkan, ada mahasiswa Unpar dalam video itu. Namun, Magenta menegaskan, aksi tersebut sama sekali tak ada kaitannya dengan acara kampus atau ospek. Selama masa pandemi Covid-19, kata Megenta, kegiatan belajar mengajarserta kegiatan lain yang melibatkan mahasiswa di Unpar digelar secara daring.

"Kegiatan lnisiasi dan Adaptasi (SIAP) tahun 2020 (kegiatan penerimaan mahasiswa baru) juga telah dilaksanakan secara daring sehingga kami dapat memastikan bahwa kegiatan yang diduga memuat tindakan kekerasan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kegiatan universitas di lingkungan Unpar," ungkap Magenta saat dihubungi.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: