Sukses

Pasien Covid-19 di Malang Tembus Seribu, RS Kekurangan Ventilator

Liputan6.com, Malang - Pasien terkonfirmasi positif Corona Covid-19 di Malang kota sudah menembus 1.017 orang sampai dengan Selasa, 18 Agustus ini. Layanan rumah sakit pun mulai kewalahan dengan terus bertambahnya pasien.

Kamar dan tempat tidur untuk pasien sejauh ini masih aman, belum melebihi kapasitasnya. Namun, untuk ventilator atau alat bantu pernafasan bagi pasien Covid-19 di Malang kota mulai mengkhawatirkan. Sudah sampai pada titik rawan bila pasien terus bertambah.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan, direktur rumah sakit sudah melapor kepada Wali Kota Malang dan menyampaikan tempat tidur masih tersedia.

"Semua rumah sakit rujukan masih aman untuk ranjang. Kalau yang kewalahan dari alat ventilator di RS Saiful Anwar," ujar Nur Widianto di Malang, Selasa, 18 Agustus 2020.

Ada 7 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kota Malang, yakni, RS Saiful Anwar selaku layanan rujukan utama. Sedangkan lainnya, RST Soepraoen, RS Panti Waluyo, RS Lavalette, RS Hermina Tangkuban Perahu, RSI Aisyah, dan RSI Unisma.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif menambahkan, ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi biasa masih mencukupi melayani pasien.

"Kalau untuk ruang isolasi tekanan negatif dengan ventilator ini sangat terbatas. Dari pantauan sudah penuh," urai Husnul.

Bisa disebut layanan ruang isolasi dengan ventilator sudah masuk tingkat rawan. Apalagi bila pasien Covid-19 di Malang kota terus bertambah. Masyarakat diimbau patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

2 dari 2 halaman

Kasus Covid-19 di Malang

Data Satgas Covid-19 Kota Malang, jumlah pasien terkonfirmasi positif virus Corona baru sudah sebanyak 1.017 sampai dengan 18 Agustus. Dari jumlah itu, 78 pasien meninggal dunia, 569 pasien sembuh dan 370 pasien masih dirawat.

Kepala Humas Pemkot Malang, Nur Widianto menyebut jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sudah mencapai seribu lebih itu adalah akumulasi keseluruhan.

"Banyak penambahan pasien yang semula berstatus pasien dalam pengawasan," ujarnya.

Bila merujuk itu, maka jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 akan terus bertambah tinggi. Sampai hari ini jumlah kasus suspect Covid-19 ada 1.856 orang. Ada yang sedang menunggu hasil swab test dan ada pula yang belum menjalani uji laboratorium tersebut.

Widianto menambahkan, karena itu strategi agar kasus positif tak terus bertambah adalah fokus pada penyembuhan PDP. Serta mengantisipasi dan mencegah jangan sampai muncul klaster baru penyebaran Covid-19. Disiplin protokol kesehatan jadi kunci utama.

"Jangan sampai ada pasien baru dari mereka yang sebelumnya tak masuk status PDP," kata Widianto.