Sukses

Pemkot Kupang Luncurkan Puskesmas Online

Liputan6.com, Kupang - Pelayanan di instansi pemerintahan, menerapkan sistem online atau daring pascamewabahnya Virus Corona atau Covid-19. Hal ini juga sedang diterapkan di Pemerintahan Kota Kupang.

Di masa tiga tahun kepemimpinan, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, berbagai terobosan pembangunan terus dilakukan, termasuk peluncuran Puskesmas Online.

Asisten II Setda Kota Kupang, Elvianus Wairata, mengatakan, program Puskesmas Online ini akan dikembangkan melalui dinas kesehatan. Program itu diluncurkan dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan medis.

"Sekarang kita terapkan pola-pola pelayanan online. Pendaftaran pasien dilakukan online. Sehingga orang yang ke rumah sakit atau Puskesmas dia bisa pantau, tidak perlu antrian, pantau dari rumah, saat giliran baru datang," ujarnya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Senin (10/8/2020).

Ia menambahkan, selain Puskemas Online, saat ini Pemkot Kupang telah menerapkan sistem keuangan yang dilakukan secara online.

2 dari 3 halaman

Siapkan Bus Trans Kota

Pemerintah Kota Kupang mendapat bantuan tiga unit bus dari pemerintah pusat. Bus tersebut akan melayani wilayah yang selama ini tidak terlayani transportasi umum.

Wali Kota Kupang, Jefirtson Riwu Kore, mengatakan, bus tersebut akan beroperasi dengan konsep Bus Trans Kota. Tarifnya pun akan disubsidi sehingga terjangkau bagi semua kalangan.

"Akan masuk di kampus-kampus, serta jalur yang selama ini belum dimasuki transportasi umum seperti Naioni dan beberapa jalur lainnya," ujarnya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Senin (10/8/2020).

Ia mengatakan, Bus Trans Kota ini akan dilaunching pada 22 Agustus 2020 mendatang, bertepatan dengan tiga tahun kepemimpinan Jefirson Riwu Kore-Hermanus Man sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Selain bus, menurut Riwu Kore, program sejak awal dirinya menjadi Wali Kota Kupang adalah membuka rute baru sebanyak-banyaknya, sehingga semua warga bisa terlayani transportasi umum. Bahkan, pihaknya berencana untuk mengadakan subsidi dengan pengusaha angkutan kota (angkot).

"Kalau subsidi, ada penumpang atau tidak ada wajib jalan. Subsidi juga kan bisa membantu pengusaha angkot. Jadi bantu pengusaha, bantu juga masyarakat," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: