Sukses

Ngabuburit Ekstrem Bersama Kawanan Buaya Muara di Sungai Palu

Liputan6.com, Palu - Walau di masa pandemi corona, muara Sungai Palu, sebagai habitat buaya tetap ramai. Pada Ramadan, tempat itu menjadi lokasi favorit warga menunggu buka puasa sambil melihat kemunculan buaya dari dekat.

Tak ada yang lebih asyik selama menunggu waktu berbuka puasa dengan ngabuburit. Jika anda sedang berada di Kota Palu, datanglah ke Muara Sungai Palu di Jalan Raja Moili. Di sana ngabuburit anda akan terasa berbeda dari biasanya.

“Ditemani” buaya-buaya muara berukuran lebih dari satu meter, Anda dijamin akan merasakan ngabuburit ekstrem.

Benar saja, Lokasi Muara Sungai Palu sejak lama memang dikenal sebagai habitat buaya muara. Apalagi setelah viral kemunculan buaya berkalung ban yang hingga saat ini belum terselamatkan.

Lokasi itu beranjak menjadi objek wisata dadakan. Selama Ramadan, saban sore ratusan warga Palu nongkrong di tepi muara hingga waktu berbuka dengan melihat kawanan buaya.

Seperti pada Rabu sore (20/5/2020), sejak pukul 17.00 Wita satu per satu warga datang bersama keluarga mereka sekadar untuk melihat dari dekat aktivitas hewan buas itu.

Bersamaan dengan itu satu per satu hewan bernama latin Crocodylus porosus dengan ukuran rata-rata lebih dari satu meter muncul di muara, yang sore itu sedang surut.  Dan seperti kebiasaan pengunjung di tempat eksotis lainnya, swafoto jadi hal yang wajib dilakukan dengan sang buaya muara.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Di Mana Buaya Berkalung Ban?

Sayang sore itu sang bintang, buaya berkalung ban, hanya muncul sebentar saja untuk menambah kehebohan orang-orang.

“Dari rumah ke sini (muara) niatnya memang lihat buaya berkalung ban. Dia tidak muncul. Tapi tetap seru juga ada buaya-buaya besar itu,” kata Hariyanti yang datang bersama suami dan anaknya.

Sebagian besar yang datang tampak menyadari risiko berada di keramaian di masa pandemi corona. Mereka mengantisipasinya dengan menggunakan masker, meski tetap saja ada beberapa warga yang bandel.

“Yah kan yang penting pake masker. Toh kita juga tidak lama di sini (muara), hanya sampai mendekati berbuka puasa,” sanggah warga lainnya, Adi, ditanya tentang risiko terpapar virus itu.

Meski buaya muara Sungai Palu terkenal tidak begitu agresif, Rabu sore itu warga juga tidak mengganggu hewan dilindungi tersebut di areanya. Mereka pun tetap menjaga jarak aman dengan sang predator puncak di habitatnya ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: