Sukses

Tangisan Balita 10 Bulan Pecah Saat Disekap Perampok di Prabumulih

Liputan6.com, Palembang - Air mata ET (30), tak henti berurai saat menceritakan kejadian mencekam yang dia alami. Wanita bertubuh gempal ini masih terlihat syok, usai menjadi korban penyekapan kawanan perampok dalam toko majikannya di Kota Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel).

Dia ingat betul pada hari Kamis (20/2/2020) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, ET disuruh majikannya LI, untuk mengasuh anak majikannya dalam ruko tekstil.

Saat majikannya pergi untuk menjemput anaknya ke sekolah, ET dengan telaten menggendong dan menyuapi sarapan untuk anak majikannya tersebut di lantai satu ruko.

Lalu, dia mendengar ada langkah kaki dari lantai tiga. ET merasa takut, karena tidak ada siapa pun di dalam ruko tersebut, selain dia dan balita dalam gendongannya.

Tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya, ET langsung ditodong senjata tajam (sajam) berupa pisau. ET pun kaget dan hendak teriak di dalam ruko yang beralamat di Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur, Kota Prabumulih Sumsel.

"Saya turun dari lantai 2 ke lantai dasar toko untuk sarapan dan duduk di kursi. Saat sarapan, mereka langsung menodongkan pisau dari belakang. Anak majikan saya terkejut, saya baru tersadar jika ditodong pisau," katanya.

Satu dari dua orang perampok yang menodongkan pisau ke leher ET mengancam akan membunuhnya jika berteriak. Kedua perampok itu juga memaksa ET menunjukkan tempat penyimpanan uang milik majikannya.

Di tengah rasa takut, ET akhirnya mengurungkan niatnya untuk berteriak dan menunjukkan lokasi penyimpanan uang majikannya.

"Jangan teriak, nanti kami bunuh. Dimana tempat penyimpanan uang, itu kata mereka. Saya cuma minta jangan bunuh kami, silahkan mau ambil apa saja," katanya.

Pelaku lalu menutup mulut dan mata ET dengan lakban. Kaki dan tangan ET juga diikat dengan lakban. Sedangkan, balita di gendongannya, diambil salah satu pelaku dan diletakkan di lantai, tepat di samping ET.

Tangisan balita berusia 10 bulan ini pecah karena menjadi korban penyekapan bersama pengasuhnya. Air mata ET pun terus mengalir karena ketakutan nyawanya dan anak majikan tersebut di ujung maut.

"Anak majikan jerit-jerit menangis minta gendong, saya tidak bisa gendong. Jadi saya juga menangis lihat dia," ucapnya di Prabumulih.

 

2 dari 2 halaman

Kerugian Puluhan Juta

Kedua perampok yang menggunakan penutup wajah itu, diduga masuk dari lantai 3, karena di lantai 2 tidak ada jalan masuk. Setelah kawanan perampok itu berhasil mendapatkan uang majikannya, mereka lalu kabur dari tempat mereka masuk di lantai 3.

Perampokan tersebut terjadi sekitar 30 menit. Tak lama kemudian, majikannya LI yang pulang usai menjemput anaknya dari sekolah, langsung kaget saat membuka pintu.

LI kaget melihat ET terguling di lantai dengan kondisi terikat. LI langsung melepas lakban di tubuh ET dan berteriak meminta tolong ke warga sekitar.

"Saya meninggalkan bibi (ET) dalam toko sambil mengasuh anak. Waktu pulang dan buka toko, tiba-tiba bibi sudah terikat lakban. Katanya ada rampok masuk dari atas toko dan menyekapnya," ujar LI.

Ipda Fredy Kanitres Polsek Prabumulih Timur mengungkapkan, mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Terlebih ada barang bukti yang diamankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Apakah ini murni perampokan atau bukan, kita belum bisa berasumsi. Kita masih melakukan penyidikan dan memeriksa saksi yang mengetahui kejadian itu. Dari pengakuan korban, kerugian sekitar Rp10 jutaan," ujarnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Loading