Sukses

Rumah Warga Hanyut Terbawa Derasnya Arus Banjir Bandang di Lahat

Liputan6.com, Palembang - Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) sejak hari Rabu (8/1/2020) hingga Kamis (9/1/2020) kemarin, membuat ratusan rumah warga terendam air bah. Bahkan, ada puluhan rumah semi permanen dari bahan kayu, yang hanyut terbawa arus banjir besar itu.

Dari informasi yang dihimpun, di Kecamatan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumsel ada 602 unit rumah warga yang terendam dan 32 unit rumah hanyut terbawa arus air bah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat Marjono mengungkapkan, hujan deras mengguyur Kabupaten Lahat sejak Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

"Ada 15 desa di Kabupaten Lahat terendam banjir, ada rumah yang terendam dan hanyut. Kita masih menunggu data lengkap dari kecamatan," katanya, Jumat (10/1/2020).

Desa yang mengalami banjir bandang di antaranya, Kelurahan Kota Jaya, Kecamatan Kota Lahat, mengenanggi rumah warga sekitar ketinggian 70 cm. Desa Lubuk Sepang dan Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, akibat meluapnya Sungai Lematang. Desa Muara Cawang, dan Desa Lubuk Tube, Kecamatan Pseksu akibat meluapnya Sungai Empayang.

Untuk Kecamatan Kikim Timur, terpantau Desa Cecar, Desa Muara Danau, dan Desa Gunung Kembang. Akibat meluapnya Sungai Kikim, tujuh rumah warga hanyut diterjang derasnya arus.

"Di Kecamatan Gumay Talang ikut merasakan dampak arus dari Sungai Kikim Kecil. Banjir juga menggenangi Desa Mandi Angin, Desa Ngalam Baru, Desa Indikat Ilir, Desa Darmo, Desa Tanah Pilih, dan Desa Tanjung Baru. Satu rumah dilaporkan hanyut oleh air," ucapnya.

Di Kecamatan Merapi Barat juga terjadi banjir bandang, akibat meluapnya Sungai Lematang. Sejumlah rumah warga di Desa Kebur, tergenang air sebatas lutut orang dewasa.

Sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Terkul di Kecamatan Pulau Pinang. Bahkan, kondisi ini membuat akses lalu lintas menuju Kota Pagaralam terputus dan dialihkan ke jalur Gumay Kabupaten Lahat.

 

2 dari 2 halaman

Rumah Bergeser 3 Meter

"Untuk di Kecamatan Kota Lahat, Pulau Pinang, Pseksu, Gumay Talang, Merapi Barat, air sudah surut. Untuk di Kecamatan Kikim Timur, air masih besar. Sedangkan, untuk jumlah keseluruhan rumah yang jadi korban banjir, belum kita rekap. Tiap desa jumlahnya berpariasi,” katanya.

Bahkan, karena tembok penahan aliran air Sungai Lematang yang roboh, mengakibatkan 100 rumah warga di desa Lubuk Sepang Kecamatan Pulau Pinang Lahat terendam.

Saat air Sungai Lematang meluap pada Kamis pagi, warga masih masih belum bersiaga. Namun hingga kini tidak ada korban jiwa, hanya saja seluruh perabot rumah warga berserakan di luar rumah.

Nyayu (55), warga Kecamatan Kikim mengatakan, rumahnya roboh diterjang banjir pada Kamis pagi. Bahkan, ketinggian air bah bisa mencapai 4 meter dengan arus yang deras.

"Rumah saya bergeser sekitar 3 meter dari tiang semen yang menyangga rumah. Hanya berkas-berkas saja yang bisa diselamatkan. Sebelum air menutupi rumah, kami sudah belari ke arah atas," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bandara Palembang Gagalkan Penyelundupan Belasan Ribu Benih Lobster ke Singapura
Artikel Selanjutnya
Begini Standar Penanganan Penumpang yang Terdeteksi Bawa Virus Corona di Bandara Palembang