Sukses

Jadi Duta Lingkungan, Tasya Kamila Ajak Warga Selamatkan Lahan Kritis

Liputan6.com, Bandung - Upaya pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bagian hulu terutamanya persoalan lahan kritis yang ada di Kawasan Bandung Utara, Jawa Barat, rupanya dihadiri sosok penyanyi Tasya Kamila. Penyanyi wanita berusia 26 tahun itu ikut menanam pohon sebagai kegiatan penghijauan di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Tasya membawakan lagu bertemakan lingkungan. Kehadirannya di atas panggung membuat acara penanaman pohon menjadi riuh.

Tak sampai di situ, pelantun lagu anak "Libur Telah Tiba" itu ikut memberikan bibit dan penanaman pohon. Tasya bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga ikut memberikan bibit pohon kepada perwakilan kelompok tani di Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Ya, penyanyi cilik yang tenar di era 2000-an itu kini mengemban tugas sebagai duta lingkungan hidup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tugas yang diemban Tasya bahkan sudah dilakukannya sejak 2005.

"Memang DAS Citarum ini dari awal tahun sudah digalakkan upaya-upaya pemulihan karena banyak masalah-masalah hidrologis misalkan banjir, banjir bandang, dan dampak kemarau yang terjadi seperti kekeringan. Karena DAS ini khususnya di hulu, lahannya sudah kritis akibat kurang pohon-pohonnya," ujar Tasya.

Tasya mengaku bahwa kegiatan menanam pohon merupakan salah satu tugas kampanyenya sebagai duta lingkungan hidup. Namun, ia berharap kegiatan ini bukan sebatas seremonial.

"Kita menitipkan pohon-pohon ini yang sudah kita tanam ke masyarakat supaya bisa diurus, dirawat, ditanam dengan baik supaya bisa menyelamatkan DAS Citarum," katanya.

Tasya juga mengajak agar masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Citarum untuk mau berpartisipasi menanam pohon.

"Kepada masyarakat semua, kita mau menggalakkan pemulihan DAS Citarum. Jadi bagi masyarakat yang ada di sekitar DAS, kita jaga lahannya dengan menanam dan pelihara pohon," kata dia.

Disinggung terkait tugasnya menjadi duta lingkungan, istri dari Randi Bachtiar ini mengaku ada beberapa hal yang membuatnya tertantang. Salah satunya mengubah perilaku masyarakat yang tadinya hanya memikirkan diri sendiri, memikirkan kepraktisan dan keuntungan ekonomis untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Tantangan paling berat sebenarnya aku dari 2005 jadi duta lingkungan adalah kerjanya sosialisasi, mengingatkan masyarakat. Karena tugas itu semua tidak bisa dilakukan secara instan," ucapnya.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Jalani Tugas Sambil Ajak Buah Hati

Tasya mengatakan, sejak menjalani tugas sebagai duta lingkungan hidup, ia bisa berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, Tasya mengaku takjub dengan inovasi-inovasi masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Setelah menjadi ibu, Tasya pun tetap tidak melepaskan tugasnya sebagai duta lingkungan. Terbukti, dia turut membawa sang buah hati ke acara penanaman pohon.

Bahkan, putranya yang bernama Arrasya Wardhana Bachtiar ikut diajak menyiram pohon yang sudah ditandai oleh panitia. Momen Tasya dan buah hatinya itu bahkan menjadi perhatian orang-orang di sekitarnya.

Tasya mengaku, putranya baru berusia enam bulan. Masih belajar bergerak. Meski begitu, ia berharap putranya kelak dapat mengikuti jejaknya untuk mencintai lingkungan.

"Dengan aku ajak ke kegiatan-kegiatan seperti ini, ke alam bebas, ikutan menanam juga. Semoga suatu saat nanti dia juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, kepedulian terhadap alam seperti aku," kata Tasya.

Simak video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
7 Hal Terkait Kemunculan Sunda Empire yang Hebohkan Jagat Maya
Artikel Selanjutnya
Ini Temuan Polisi soal Kekaisaran Sunda Empire di Bandung