Sukses

Siang Menyegarkan Minum Air Kelapa Kemasan Khas Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Provinsi Gorontalo, mulai memperkenalkan produk minuman kemasan dari air kelapa yang diproduksi langsung di daerah itu.

"Saya bangga, kelapa kita mulai diolah menjadi produk jadi, sehingga tidak lagi dipasarkan dalam bentuk kelapa butir (raw material) yang harga jualnya lebih rendah," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, di Gorontalo, Jumat, 25 Oktober 2019, dilansir Antara.

Yama Coco, minuman kemasan dari air kelapa diproduksi PT Tri Jaya Tangguh, Gorontalo.

Jika hanya menjual kelapa butir, tentu air kelapa terjual dengan harga sangat murah. Namun, dalam bentuk minuman kemasan, harga air kelapa bisa menjadi sangat tinggi.

"Belum lagi daging kelapa, tempurung dan bagian-bagian lainnya yang jika diolah akan bernilai ekonomis tinggi," ujar Sekda.

Ia mengaku bangga, produk olahan kelapa Gorontalo, di antaranya tepung kelapa sudah mampu menembus pasar Asia Tenggara dan Eropa.

"Ini suatu kebanggaan dan patut menjadi penyemangat bagi petani Gorontalo untuk meningkatkan produksi kelapa," ujarnya.

Sekda pun mulai mengajak aparaturnya untuk ikut mencintai dan memopulerkan minuman kemasan air kelapa Yama Coco untuk disajikan kepada para tamu yang berkunjung di Gorontalo.

"Mulai dari ruangan pejabat hingga menjadi minuman favorit keluarga, apalagi air kelapa tentu banyak manfaatnya," ujar Sekda.

Ia berharap cara itu akan cepat memopulerkan produk olahan kelapa khas Gorontalo agar cepat dikenal nusantara dan diminati konsumen lokal hingga pasar mancanegara.

Potensi lahan kelapa di Gorontalo mencapai 68 ribu hektare dan tahun 2018 lalu produksi komoditas tersebut mencapai 55 ribu ton.

Artinya, kata Sekda Darda, produksi kelapa perlu terus digenjot, di antaranya melalui upaya pengembangan tanaman kelapa dengan peremajaan, termasuk pola kerja sama.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Jasad Bayi Terlilit Pakaian Dalam Wanita Gegerkan Kota Gorontalo
Artikel Selanjutnya
Tertipu Travel Umrah Abal-Abal, 58 Orang Terdampar di Bandara Soekarno Hatta