Sukses

Ibu dan Anak Tewas Terpanggang, Ayah Kabur dari Rumah

Liputan6.com, Pekanbaru - Kebakaran hebat yang menghanguskan 13 rumah di Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, dan mengakibatkan ibu dan anak tewas, masih menyisakan tanda tanya. Apalagi, suami sekaligus ayah dari korban, Lengkian alias Malidin dibawa ke polsek setempat.

Hingga Rabu petang, Malidin masih berada di Polsek Bangko. Keterangannya masih dibutuhkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran maut ini, apakah ada unsur kesengajaan atau korsleting listrik.

"Belum berani kami menyimpulkan, apakah ada unsur kesengajaan. Status pria dimaksud masih saksi," kata Kapolsek Bangko Komisaris Sasli Rais dihubungi dari Pekanbaru.

Sasli menyebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari tim forensik Medan, Sumatera Utara. Dari hasil laboratorium akan diketahui apakah kebakaran pada Rabu dini hari disengaja atau tidak.

Sasli juga belum memastikan, apakah dua korban di lokasi merupakan anak serta istri dari Malidin. Hal ini wajar karena fisik kedua korban, hangus terbakar sehingga sulit dikenali.

"Perlu dilakukan penyelidikan lebih mendalam lagi, yang jelas korban kebakaran itu memang ada dua orang yang meninggal dunia," terang Sasli.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK menjelaskan, Malidin diamankan warga setempat karena terlihat keluar dari rumahnya yang terbakar. Dia berlari menjauh dan tidak menolong anak serta istrinya saat kebakaran terjadi.

Malidin lalu diserahkan warga ke personel Polsek di lokasi yang sedang memadamkan api. Malidin juga mengakui di rumah masih ada istri dan anaknya.

"Saat itu, Kapolsek langsung memerintahkan anggota mencari korban. Usai api padam, ditemukan dua korban jiwa pada pukul 04.00 WIB," kata Sunarto.

2 dari 2 halaman

Sumber Api

Data diterima Sunarto, korban tewas adalah Lie Ciu Guat (47) dan Wiliam Wijaya (13). Keduanya tinggal satu rumah di Gang Sumatera RT 18 RW 05, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko.

Menurut warga, Tian Kang, api pertama kali muncul dari belakang rumah Malidin. Warga lainnya, Liam Tian In, ketika membuka jendela rumah juga melihat api sudah membesar di belakang rumah Malidin.

Dua warga tadi membantu pemadaman dengan peralatan seadanya. Kebakaran ini juga turut dipadamkan personel polsek dan pemadaman kebakaran dari kecamatan memakai mobil serta mesin air.

Sunarto menjelaskan, dua korban tewas kebakaran ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Pekanbaru untuk diautopsi. Petugas juga membawa sejumlah benda dari rumah Malidin ke Polsek setempat.

"Untuk pemadaman sendiri hingga api mati dilakukan hingga Rabu pagi," jelas Sunarto.

Adapun 13 rumah terbakar, selain milik Malidin, dimiliki oleh Zhing A, Di Khau, Saki, O Bing, sebuah rumah ibadah bernama Kun Tok, Lim Tian In, Chuan A, Hok A, Singapote, Kam Cing, A Piau dan Pekong Hian Sin Thua.

"Kerugian materil akibat kejadian ini ditaksir ratusan juta rupiah," ucap Sunarto.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Video Alquran Tidak Terbakar Saat Kerusuhan di Wamena
Artikel Selanjutnya
Lokasi Alternatif Isi Bensin Usai SPBU di Cipayung Terbakar