Sukses

Gempa Tremor Meningkat, Bagaimana Status Gunung Slamet?

Liputan6.com, Pemalang - Aktivitas kegempaan Gunung Slamet selama enam jam antara pukul 06.00-12.00 WIB, Sabtu (10/8/2019), cenderung meningkat, terutama gempa tremor. Intesitas kegempaan ini menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet.

Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gambuhan, Pemalang, Sukedi mengatakan hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kegempaan.

Dia menyebut, gempa tremor lebih intensif dengan amplitudo 0,5-3 milimeter. Sebelumnya, tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-2 milimeter.

“Ya, ada peningkatan. Lebih besar dari enam jam sebelumnya,” ucapnya, Sabtu siang, 10 Agustus 2019.

Tetapi, dalam periode pengamatan yang sama, parameter lainnya masih cenderung stabil. Bahkan, sebaliknya, gempa embusan turun dratsis dibanding periode enam jam sebelumnya.

Sebab itu, status Gunung Slamet masih Waspada atau Level II. Belum ada peningkatan status menjadi Level III atau Siaga.

Dia menjelaskan, Gunung Api berstatus Siaga jika terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dan parameter lain yang signifikan. Semua parameter cenderung meningkat dan cenderung diakhiri dengan letusan freatik.

“Biasanya diakhiri dengan letusan, meskipun freatik. Kalau Gunung Slamet belum,” imbuhnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Fluktuasi Aktivitas Gunung Slamet

Secara visual, pengamatan sulit dilakukan pada Sabtu. Sebab, puncak Gunung Slamet cenderung tertutup kabut sepanjang Sabtu pagi hingga siang.

Pada periode pengamatan enam jam selanjutnya, yakni pada pukul 12.00-18.00 WIB, terpantau jumlah embusan hanya tercatat sebanyak 13 kali. Adapun gempa tremor menurun dari periode enam jam sebelumnya, yakni amplitudo 0,5-2 milimeter.

“Dominan satu milimeter,” tulis Luruh, Pengamat Pos Pengamatan Gambuhan, Pemalang, melalui pesan WhatsApp, Sabtu malam.

Dalam periode yang sama, Pos Pengamatan Gambuhan juga mengamati suhu air panas Guci, Tegal. Di titik pengukuran Pandansari, suhu air panas 43,3 derajat Celsius dengan suhu uap 25,8 derajat Celsius.

Kemudian di Pengasihan, suhu air panas 51,5 derajat Celisus dan suhu uap 25,6 derajat Celisus. Adapun di Pengasihan, suhu air panas mencapai 51,5 derajat Celsius, adapun suhu uap mencapai 25,6 derajat Celsius.

Peningkatan kegempaan kembali terjadi pada periode pengamatan setelahnya, yakni pukul 18.00-00.00 WIB. Gempa tremor menerus (microtremor) kembali menguat dengan amplitudo 0,5-3 milmeter, dominan sekitar dua milimeter.

Sama seperti rekomendasi sebelumnya, Luruh mengimbau agar warga tak beraktivitas dalam radius dua kilometer. Hal itu untuk mengantisipasi jika aktivitas Gunung Slamet meningkat secara tiba-tiba.

Loading
Artikel Selanjutnya
Membaca Geliat Gunung Slamet dan Pergerakan Lempeng Selatan Jawa
Artikel Selanjutnya
Nasib Puluhan Pendaki yang Terjebak Saat Gunung Slamet Berstatus Waspada