Sukses

Angin Puting Beliung Ancam Pemukiman Warga di Aceh Utara

Liputan6.com, Aceh - Perubahan cuaca yang menghasilkan fenomena Awan Kumulonimbus mengancam pemukiman warga di Provinsi Banda Aceh. Bahkan di kawasan Aceh Utara, belasan rumah dan bangunan rusak parah akibat diterjang puting beliung pada hari Senin (10/6/2019).

Sebanyak 16 unit rumah, bangunan rumah toko (ruko) dan satu unit kantor kepala desa rusak berat, seperti tertimpa pohn besar, atap rumah yang rusak dan melayang hingga kerusakan ringan lainnya.

Diakui Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh, Zakaria Ahmad, cuaca ekstrem sedang melanda provinsi paling barat Indonesia. Salah satunya karena dipengaruhi angin bertekanan rendah di musim kemarau.

"Cuaca panas seperti saat ini, berpotensi muncul angin kencang, dan cenderung terjadi puting beliung di suatu wilayah akibat tumbuhnya awan kumulonimbus," katanya, Rabu (12/6/2019).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan, puting beliung tersebut menghamtam empat kecamatan di Aceh Utara.

"Fenomena alam ini terjadi pada hari Senin sore, sekitar pukul 17.10 WIB. Sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) pun terkena dampaknya," ujarnya.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, tiga kecamatan yang dihantam angin puting beliung yaitu Kecamatan Seneudon, Kecamatan Baktiya Barat, Kecamatan Simpang Keuramat dan Kecamatan anah Jambo Ayi.

Di Kecamtan Seneudon, rumah dan bangunan yang rusak tersebar di Desa Matang Anoe, Cot Kafiraton dan Matang Jeuleukat. Lalu di Kecamatan Baktiya Barat terjadi di Desa Cot Paya dan Cot Buket.

Untuk Kecamatan Simpang Keuramat, angin puting beliung terjadi di Alue Badee dan Keudee Simpang serta Kecamatan Tanah Jambo Aye di Matang Jurong.

"Saat ini BPBD Aceh Utara, sudah mendata dan berkordinasi dengan berbagai instansi, untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah ini," ujarnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Panas Ekstrem Melanda Banda Aceh Selama Ramadan
Artikel Selanjutnya
Menuju Peradilan Aceh yang Berprinsip Kesetaraan Gender