Sukses

Nestapa Bocah Probolinggo Penderita 4 Penyakit Jantung Bawaan Sejak Lahir

Liputan6.com, Probolinggo - Adit Maulana (10), seorang siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidmatul Hikam asal Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menderita kebocoran pada jantung dan pembuluh darah sempit sejak lahir.

Istilah dalam ilmu kedokteran, bocah tersebut menderita penyakit Tetralogy of Fallot (TOF) atau kombinasi empat penyakit jantung bawaan sejak lahir. Saat ini, Adit sudah mendapat penanganan medis di RSCM Jakarta yang dibiayai BPJS Kesehatan.

Adit kini menunggu operasi Rastelli atau penutupan jantungnya yang bocor, serta mengambil selang yang dipasang sewaktu operasi pertama. Buah hati dari pasangan Ismail (34) dan Sudarsi (32), warga Dusun Nangger RT 11 RW 04 Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo tersebut sudah di RSCM sejak 14 April lalu.

"Biaya operasi ditanggung BPJS. Namun ada sebagian yang harus dibayar sendiri, misalkan seperti sekarang. Untuk operasinya saya harus menyediakan sendiri pendonor darahnya sekitar 6 orang. Golongan darah Adit adalah A," tutur ibu Adit, beberapa waktu lalu.

Sudarsi menambahkan bahwa operasi anaknya kali ini bukanlah yang pertama dilakukan. Operasi pertama kali dilakukan pada Oktober 2015 lalu, untuk memasang selang pelebaran pembuluh darah. Operasi kedua dilakukan 14 Mei 2018. "Kalau periksa atau kontrol di Malang sudah sering, bahkan sudah tak terhitung," ungkapnya.

Sudarsi yang hanya seorang ibu rumah tangga, berusaha tetap tegar meski tengah bertaruh nyawa anaknya itu. Ia masih tetap tersenyum meski diimpit kebutuhan ekonomi. Sebab, penghasilan suaminya sebagai supir truk tidaklah seberapa.

"Kalau sudah ke Jakarta biasanya 1 bulan. Kami indekos di sekitar rumah sakit. Bapaknya ikut dan terpaksa tidak bekerja," dia menambahkan.

 

2 dari 2 halaman

Gejala Penyakit Adit

Sudarsi menceritakan gejala awal penyakit anaknya sudah dirasakan sejak lahir. Adit suka menangis tengah malam. Seiring bertambahnya usia, intensitas Adit menangis mulai berkurang. Namun, puncak gejala itu terlihat ketika Adit berusia 5 tahun dan masuk di RA Hidmatul Hikam. Adit kelihatan sakit saat berolahraga.

"Anakku sering nafasnya ngos-ngosan, bibir dan kukunya sampai membiru, dan wajahnya tampak pucat. Akhirnya saya bawa periksa ke bidan, kemudian dirujuk ke rumah sakit daerah. Tetapi di sana alatnya kurang, sehingga dirujuk lagi ke RS pusat di Jakarta sampai sekarang," ujarnya.

Kondisi fisik Adit yang lemah dibenarkan oleh Amina, guru RA Hidmatul Hikam, tempat Adit menimba ilmu. "Di lembaga (sekolah) itu, kan ada pengenalan pada permainan fisik, semisal olahraga. Adit awalnya antusias, tetapi tidak beberapa lama ia kelihatan pucat. Sehingga saya hentikan dan panggil ibunya yang selalu menyertainya. Saya sarankan untuk periksa," ungkap Amina.

Di lingkungan sekolah, Adit pandai dalam bergaul. Ia juga aktif mengikuti pembelajaran yang disampaikan guru. "Nilainya bagus, anaknya aktif dan periang. Dia kalau ditanya ingin jadi apa? Jawabannya pasti dokter," tutur Amina.

Penyakit Tetralogy of Fallot (TOF) ini, menyebabkan kondisi fisik penderita menjadi cepat lelah. Serta berat badannya susah berkembang. Kondisi ini terlihat pada Adit yang meski sudah berusia 10 tahun, tetapi dia terlihat mungil.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Melihat Aktivitas Kampung Quran Suku Tengger di Lereng Gunung Bromo
Artikel Selanjutnya
Ngabuburit Ekstrem di Lereng Gunung Argopuro