Sukses

Ancaman Lahar Dingin Gunung Karangetang Saat Hujan Turun

Liputan6.com, Siau - Guguran lava atau awan panas Gunung Api Karangetang masih menghantui warga Kepulauan Siau, Sulawesi Utara. Penumpukan material lava yang terus mengalami peningkatan akibat aktivitas Gunung Karangetang ternyata juga berpotensi menimbulkan ancaman lahar dingin dari arah puncak gunung.

Ancaman itu kian menjadi jika hujan turun berintensitas sedang hingga lebat dengan waktu lama di area puncak Karangetang.

"Lahar dingin menjadi salah satu kekhawatiran kami ketika terjadi hujan lebat dengan waktu lama di sekitar puncak gunung. Apalagi adanya penumpukan material lava, baik yang ada di bagian puncak maupun sepanjang kali," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Didi Wahyudi, Selasa (19/02/2019).

Ketika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, potensi lahar dingin tak hanya menyasar Sungai Malebuhe, melainkan semua aliran sungai yang ada di wilayah Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut). Karena di area puncak kawah utara sudah ada penumpukan material yang sangat banyak.

"Makanya semua aliran sungai yang ada di Kecamatan Sibarut berpotensi terjadi lahar dingin. Paling rawan itu Sungai Malebuhe karena itu aliran utama lava. Berikutnya Sungai Sumpihi, karena sebelumnya aliran lava sempat mengarah kesana," ungkap Didi.

Dia mengimbau, jika hujan lebat, masyarakat diminta tidak beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Malebuhe, maupun sungai lainnya yang berpotensi dialiri lahar dingin.

"Masyarakat di sekitar Sungai Malebuhe telah dievakuasi karena ancaman guguran lava. Tapi bagi masyarakat lain di sekitar bantaran sungai lain agar berhati-hati," ujarnya.

Selama tiga hari terakhir ini, wilayah Pulau Siau terus diguyur hujan dengan intesitas sedang. Meski dalam waktu yang singkat, namun kondisi ini kerap menimbulkan ketakutan terhadap ancaman lahar dingin.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Satu Pengungsi Erupsi Gunung Karangetang Meninggal Dunia
Artikel Selanjutnya
Tanggap Darurat Erupsi Gunung Karangetang Diperpanjang