Sukses

Melihat Kantor Riset dan Pengembangan Bukalapak di Bandung

Liputan6.com, Bandung - Bukalapak baru saja membuka kantor riset dan pengembangan di Kota Bandung. Seperti apa kantor perusahaan teknologi yang menyediakan layanan pasar daring dan kebutuhan sehari-hari tersebut?

Para pegawai Bukalapak menempati kantor baru di Jalan Ir. Juanda No. 94 (Dago), Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Saat melangkah masuk ke dalam kantor ini, desain unik sudah menyambut karyawan.

Di tembok ruangan resepsionis, terdapat sebuah penanda Bukalapak, kantor riset dan pengembangan. Kantor ini diresmikan pada Jumat (14/12/2018) yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Jurnalis Liputan6.com menemui sebuah kantin kejujuran digital, tak jauh dari meja resepsionis. Di sini, makanan dan minuman dijual tanpa penunggu seperti warung tradisional. Karena pembayaran cashless, Anda cukup melakukan scan QR code di aplikasi Bukalapak dan langsung dipotong dari Bukadana atau Bukadompet.

Berlanjut ke ruangan berikutnya, kantor berkonsep open space ini sangat santai dan nyaman. Meski demikian, tetap terdapat beberapa ruangan kecil hingga besar yang bisa digunakan oleh karyawan untuk berdiskusi atau meeting.

Uniknya, kelima ruang meeting tersebut dinamai sesuai dengan lima nilai budaya kerja di Bukalapak. Ada Go to the Extra Mile, Customer Obseesed, Speak Up!, Gotong Royong dan ruang Try, Fail, and Try Again.

Di bagian tengah, terdapat amphiteater yang bisa digunakan untuk rapat umum. Kapasitas ruangannya bisa memuat 100 orang.

Selain itu, kantor riset dan pengembangan Bukalapak juga memiliki berbagai fasilitas menarik, seperti fun room, gym, sleeping pods, nursery room, dan zen space.

2 dari 2 halaman

Memicu Karyawan Lebih Produktif

Tak bisa dipungkiri jika hadirnya fasilitas-fasilitas kerja di kantor riset dan pengembangan Bukalapak di Bandung dapat semakin memicu kreativitas dan mendorong lahirnya ide-ide baru yang inovatif.

"Ketika kita memberikan tempat seperti ini itu malah mendorong orang-orang untuk lebih produktif. Karena produktivitas karyawan bisa muncul salah satunya dengan memanjakan fasilitas bagi mereka," kata Employer Branding Bukalapak, Dhika Martifauzi.

Bahkan, ia mengatakan, hampir di setiap sudut ruangan disediakan colokan listrik. Sehingga pegawai Bukalapak dapat bekerja secara fleksibel.

Selain ruang kerja, kantor Bukalapak juga menyediakan fasilitas ruang makan. Dengan begitu, karyawan tak perlu repot harus keluar kantor untuk mencari makan saat istirahat.

Saat ini, kata Dhika, jumlah karyawan di Bandung mencapai 200 orang. Mereka sebagian besar adalah para teknisi dan sebagian lainnya staf kantor.

"Selain menjadi ruang kerja, kantor riset dan pengembangan Bukalapak juga diperuntukan menjadi wadah dan sarana untuk berbagi ilmu dengan komunitas sekitar guna menciptakan ekosistem digital yang semakin maju," katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Malaysia Larang Warga Israel Ikut Acara di Negaranya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Senyum Keluarga Dedi di Ciamis Menanti Kehadiran Mini Cooper Seharga Rp 12 Ribu
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Dedi Heriyadi Masih Tak Percaya Bisa Beli Mini Cooper Rp 12 Ribu