Sukses

Keluarga Pramugari Lion Air JT 610 Masih Berharap Ada Mukjizat

Madiun - Keluarga pramugari Lion Air JT 610, Alfiani Hidayatul Solikha, berharap ada mukjizat atau keajaiban terhadap nasib Alfi yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Keluarga berharap pramugari Lion Air JT 610 yang merupakan warga RT 014/RW 007, Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, dua orang perangkat Desa Mojorejo berangkat ke Jakarta untuk mencari tahu kondisi Alfiani.

Keluarga juga telah menerima informasi bahwa Alfi merupakan salah satu korban dalam kecelakaan pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Bibi Alfiani, Katir, mengatakan dirinya berharap Alfi bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat. Keluarga menunggu terus memantau perkembangan informasi mengenai pencarian Alfiani.

Dia menuturkan Alfiani merupakan anak yang baik dan tidak neka-neka. Alfi juga dikenal sebagai anak yang pendiam. "Alfi itu anak yang baik. Kami menunggu kabar pencariannya," ujar dia.

Kerabat Alfi lainnya, Wijayanti, berharap Alfi bisa segera ditemukan dalam kondisi baik. Ia berharap ada keajaiban yang bisa menolong Alfiani sehingga pramugari berusia 20 tahun itu bisa ditemukan dalam kondisi hidup.

"Kami berharap Alfi bisa segera ditemukan," kata dia.

Di rumah Alfi di Desa Mojorejo, warga secara berbondong-bondong datang ke rumah yang berada di RT 014/RW 007.

Warga yang datang ingin mengetahui kondisi Alfi yang bertugas di pesawat Lion Air JT 610 yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang.

 Baca berita menarik lainnya di Solopos.com.

 

2 dari 2 halaman

Sosok Pintar Sang Pramugari

Pramugari pesawat Lion Air JT-610 asal Madiun, Alfiani Hidayatul Solikha, saat sekolah dikenal sebagai siswi cerdas dan jago Bahasa Inggris.

Alfiani juga dikenal sebagai siswi berprestasi selama belajar di SMAN 1 Dolopo Madiun.

Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Dolopo, Rindang Wahyu Wijayanti, menceritakan pramugari Lion Air berusia 20 tahun itu memang dikenal sebagai siswi yang jago Bahasa Inggris.

Untuk itu, Alfi menjadi salah satu siswi yang kerap dijagokan sekolah saat ada lomba debat Bahasa Inggris baik antarsekolah hingga tingkat kabupaten.

"Bahasa Inggrisnya memang bagus. Alfi saya jagokan. Kalau ada lomba debat, dia yang saya pilih untuk mewakili sekolah," kata dia kepada wartawan seusai mengunjungi orang tua Alfi di rumahnya Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (29/10/2018) malam.

Rindang menuturkan sebelum menambatkan diri menjadi seorang pramugari, Alfi sempat bercerita ingin kuliah mengambil Pendidikan Bahasa Inggris. Namun, akhirnya Alfi memutuskan masuk sekolah pramugari di Yogyakarta.

Setelah menempuh pendidikan pramugari di Yogyakarta, Alfi diterima di Lion Air dan kemudian menjadi pramugari di maskapai penerbangan itu.

"Saya sempat lost contact dengan Alfi. Setelah beberapa saat, Alfi kemudian menghubungi. Saya biasanya WA sama dia dengan menggunakan Bahasa Inggris," jelas dia.

Rindang mengaku Alfi juga sering curhat terkait permasalahan hidupnya.

Saat terakhir berkomunikasi yaitu sehari sebelum kejadian, Alfi sempat berkeluh kesah atas kondisi pekerjaannya.

"Saat mengeluh, saya memberikan motivasi. Saya bilang kalau temen-temen kamu yang lain ingin seperti kamu. Karier kamu mulus," ujar dia.

Menurut Rindang, Alfi memang anak pandai dan aktif berorganisasi. Alfi juga memiliki prestasi di bidang akademik. Biasanya Alfi berperingkat dua selama belajar di SMAN 1 Dolopo.

"Semoga ada mukjizat sehingga Alfi bisa ditemukan dalam kondisi hidup," terang dia.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kronologi Ibu di Wonogiri Tenggak Racun Serangga Bersama Anaknya
Artikel Selanjutnya
Solo Bakal Punya Angkutan Sekolah Gratis, Cek Rutenya