Sukses

Pesantren Cilacap Melawan Impor Gandum dengan Mocaf Ubi Kayu

Liputan6.com, Cilacap - Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pengimpor gandum terbesar di dunia. Pada 2015-2016 misalnya, impor gandum tercatat sebesar 8,2 juta ton dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Ironis memang. Tanah nusantara yang diibaratkan ‘batang kayu jadi tanaman’ lantaran kesuburannya mengimpor bahan pangan utama untuk masyarakatnya.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia seolah melupakan bahwa ada bahan pangan lokal yang mudah, lebih murah dan tentu asli dalam negeri. Bahan pangan ini diyakini bakal menggantikan tepung gandum yang kadung lebih populer.

Dari tepung gandum, beragam makanan mulai dari kue, roti, hingga bermacam-macam mie tercipta.

Padahal sebetulnya panganan ini bisa juga dibuat dari bahan yang berbahan dasar ubi kayu atau ketela dengan rasa sama-sama lezat. Tak lagi menjadi bahan pengganti atau substitusi, ubi kayu diyakini akan menggantikan peran gandum sehingga Indonesia bisa mengurangi impor gandum.

Semangat kedaulatan pangan ini lah yang melatarbelakangi pengembangan tepung berbahan lokal Modified cassava flour (Mocaf) di Pondok Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus, Tambaksari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bahan pangan lokal yang berasal dari ubi kayu atau ketela pohon itu dengan berbagai proses disulap menjadi bahan dasar makanan yang mampu menggantikan peran gandum sebagai bahan utama pembuat panganan.

Juru Bicara Ponpes Rubat Mbalong Ell Firdaus, Samsul Wibowo mengatakan sudah mengembangkan tepung mocaf sekitar satu tahun terakhir. Pesantren bekerjasama dengan perajin tepung tapioka di Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu.

Pengembangan tepung mocaf ini didasari semangat demi kedaulatan pangan Indonesia. Sebabnya, Indonesia adalah asalah satu pengimpor gandum terbesar di dunia.

"Ke depan harapannya impor gandum semakin kecil dan Indonesia mandiri pangan," ucapnya, Rabu, 24 Oktober 2018.

2 dari 2 halaman

Dukungan Pemkab Cilacap Pengembangan Tepung Mocaf

Dengan harga setara tepung gandum dengan merk termurah, tepung mocaf memiliki beragam keunggulan. Di antaranya, bebas zat gulaten dan rendah kalori dan gula. Penggunaan enzim tertentu dalam pembuatannya pun membuat tepung mocaf lebih sehat lantaran membantu pencernaan.

"Semua pangan yang terbuat dari tepung terigu bisa dibuat dengan tepung mocaf. Nastar mocaf, karamel, peyek, jongkong, kue lapis, bakso, mie, bolu, krispi jamur mocaf, dan juga untuk tepung keripik," dia menjelaskan.

Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Susilan mnerangkan tepung mocaf bisa digunakan sebagai bahan berbagai olahan pangan yang terbuat dari tepung gandum dengan rasa yang tak kalah lezat. Harganya pun lebih murah dibanding dengan tepung gandum.

"Karena pangan lokal ini sekarang sudah mulai terpinggirkan. Makanya perlu diuri-uri. Alhamdulillah, ini pondok pesantren El Firdaus sudah memulai dengan membuat tepung Mocaf," ujar Susilan.

Terpenting, tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari bahan ubi kayu yang merupakan tanaman asli Indonesia dan dibudidayakan di Indonesia. Ini berbeda dari tepung gandum yang seluruhnya impor.

"Apalagi panganan yang berasal dari bahan gandum. Gandum itu bukan dibuat oleh orang Indonesia," dia menjelaskan.

Pengembangan tepung mocaf sebagai pengganti tepung gandum ini adalah langkah penting untuk memulai kedaulatan pangan dengan mengandalkan bahan makanan dari dalam negeri dan tak bergantung pada bahan makanan luar negeri.

"Tepung mocaf manfaatnya banyak sekali. Mari lah kita kembali ke bahan pangan lokal. Tidak usah memikirkan makanan-makanan yang berasal dari luar negeri," Susilan menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading