Sukses

Poso Krisis Vaksin untuk 17 Ribu Anjing

Poso - Kota Poso dinyatakan sebagai kawasan endemik rabies. Status ini dikeluarkan lantaran Poso memiliki populasi anjing sangat tinggi, yakni sekitar 17 ribu. Jumlah itu berimbas pada kasus gigitan anjing yang jumlahnya mencapai 380. Sebanyak 317 kasus di antaranya dinyatakan positif rabies.

"Dari 19 kecamatan di Poso, hanya Poso kota yang tidak memelihara anjing," kata Kepala Dinas Pertanian Poso, Heningsih Tampai.

Karena itu, pemerintah Poso tidak kaget ketika Dinas Kesehatan Poso melansir data adanya 380 kasus gigitan anjing sepanjang Januari-Juli 2018. "Menurut saya, itu masih sedikit. Bisa jadi lebih banyak dari itu," ujar Heningsih.

Sangat mungkin tidak semua kasus gigitan anjing terdata oleh Dinas Kesehatan atau dilaporkan ke instansi pemerintah oleh korban. Karena itu, menurut Heningsih, jumlahnya mungkin lebih besar lagi. Apalagi, populasi anjing mencapai 17 ribu.

Lalu, bagaimana upaya menanggulangi kasus rabies tersebut? Heningasih mengakui, pihaknya mengalami banyak kendala untuk menanganinya. Selain kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan anjing peliharaannya yang masih rendah, pemerintah Poso terkendala keterbatasan anggaran untuk pembelian vaksin antirabies.

"Jumlah populasi anjing tujuh belas ribuan, tapi anggaran vaksin untuk hewan rabies hanya 4.000 vaksin," ungkapnya. Heningsih menyebutkan, idealnya untuk pencegahan rabies harus menyentuh setidaknya 90 persen populasi hewan penular rabies.

 

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com di sini.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Gigit Tangan Rampok, Karyawati Minimarket Lolos dari Sekapan
Artikel Selanjutnya
Cekungan di Batu Putih, Jejak Sujud dan Tongkat Sunan Kalijaga?