Sukses

Mitos Aneh Kepercayaan Warga Ogan Komering Ilir Usai Temuan Ikan Aligator

Liputan6.com, Palembang - Ikan aligator yang ditemukan di perairan Sungai Musi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata membuat warga ketakutan. Warga Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI, Sumsel ini bahkan mempercayai mitos-mitos aneh usai menangkap ikan predator ini.

Supriyadi (50), warga Desa Berkat yang menemukan ikan aligator ini merasa cemas setelah melihat ikan predator terjerat bersama ikan tawar Sungai Musi di bubu, alat tangkap ikan tradisional asal Sumsel.

Ikan aligator ini terjerat di bubu, saat Supriyadi mengangkat alat tangkap berbahan bambu yang diletakkannya di perairan Sungai Komering.

"Ada banyak ikan air tawar yang tertangkap, tapi anehnya ada satu ikan yang berukuran besar dan beda dari jenis ikan lain yang biasanya terjerat di bubu," ujarnya kepada Liputan6.com, Kamis, 5 Juli 2018.

Ikan aligator yang berukuran sepanjang 85 centimeter itu mempunyai mulut moncong seperti mulut buaya. Keanehan bentuk ikan inilah yang membuat warga ketakutan dan menyebutnya sebagai "ikan iblis".

Usai memisahkan ikan aligator dengan ikan air tawar lainnya, Supriyadi langsung meletakkan ikan asal Brasil ini ke akuarium dan ditempatkan di depan rumahnya.

"Saya takutnya ada mimpi aneh, tapi tidak ada firasat apa pun. Warga lain banyak yang menyarankan untuk dilepas, takutnya membawa bencana kalau ikan ini ditangkap," katanya.

Karena tidak pernah mengalami mimpi aneh, Supriyadi tidak berniat melepaskan ikan aligator ini kembali ke perairan Sungai Musi. Akuarium berisi ikan aligator malah menjadi tontonan para warga sekitar.

Supriyadi juga memberi makan ikan aligator ini dengan ikan air tawar berukuran kecil, seperti ikan toman dan anak ikan lele.

Pria yang sudah lama melakoni profesi nelayan ini juga tidak berniat untuk memotong dan mengonsumsi ikan aligator ini. Ayah tiga anak ini merasa takut jika kandungan ikan ini akan berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi.

"Takut memotongnya, nanti ada apa-apa, jadi dibiarkan saja. Mungkin karena banyak yang menonton, jadi ada yang melaporkan ikan aligator ini ke Dinas Perikanan Kabupaten OKI,” ujarnya.

Setelah dicek oleh Dinas Perikanan Kabupaten OKI, barulah tim Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Palembang datang ke rumahnya dan mengambil ikan tersebut.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Ikan Berbentuk Aneh

Ikan predator itu kali pertama ditemukan oleh Supriyadi. Biasanya, bubu yang dipasangnya hanya menjerat ikan air tawar seperti ikan toman dan ikan labi. Ukuran ikan predator ini sepanjang 85 centimeter dengan berat 4,5 kilogram.

Saat ikan aligator ini dipajang di depan rumahnya, ternyata ada salah satu tetangganya yang pernah juga menangkap ikan predator ini.

"Tetangga saya bilangnya sudah lama menemukan ikan ini dan dipelihara selama tiga tahun. Saat ditemukan, ukurannya masih kecil, tapi sekarang sudah sepanjang 100 centimeter," katanya.

Karena menjadi tontonan yang unik, salah satu warga Kabupaten OKI berminat membeli ikan aligator ini sebesar Rp 500.000. Karena masih takut dengan mitos aneh yang diyakininya, Supriyadi menolak tawaran tersebut.

Sebelum menemukan ikan aligator ini, ternyata warga Kabupaten OKI juga pernah menemukan ikan berbentuk aneh lainnya di Perairan Sungai Komering.

"Bubu punya tetangga saya pernah menjerat ikan aneh, bentuk badannya seperti buaya, tapi mulutnya berbentuk ikan biasa. Karena takut, tetangga saya melepaskannya lagi ke sungai," ungkapnya.

Loading