Sukses

Warnai Hari dengan Sepiring Pie dan Secangkir Kopi di Kaki Merapi

Liputan6.com, Yogyakarta - Menunggu matahari terbenam, sembari melihat hamparan sawah hijau ditemani kokohnya gunung Merapi bisa menjadi alternatif melepaskan penat. Kalau lapar, kunyah saja sepiring pie dan secangkir teh atau kopi panas.

Situasi seperti itu tidak bisa ditemui di tempat lain. D'Padukan Pie And Resto menawarkan suasana berbeda yang belum pernah ada di kaki gunung Merapi.

Balkon lantai dua bangunan yang berlokasi di Dusun Padukan, Pakem, Sleman ini diatur sebagai tempat nongkrong outdoor dengan pemandangan langsung menuju ke Gunung Merapi dan saat senja, matahari terbenam seolah-olah tampak di atas kepala.

Lokasi D'Padukan tidak sulit dicari. Dari pusat kota berjarak sekitar 17 kilometer menuju ke utara. Tepatnya, di sisi timur Jalan Kaliurang Km. 17.

Resto bergaya Italia di atas lahan seluas 300 meter persegi ini dibuka sejak dua tahun lalu. Aneka pie menjadi menu unggulan untuk memfasilitasi pengunjung yang tidak ingin makan berat dan hanya ingin bersantai.

"Kebanyakan pengunjung dari luar kota. Ada juga wisatawan asing yang menginap di guest house sekitar resto," ujar Syahrial Salman, pemilik D'Padukan Pie And Resto, kepada Liputan6.com, Senin (25/6/2018).

Selain menikmati pie pada sore hari, pengunjung juga bisa berswafoto karena pemandangan yang ditawarkan menarik untuk dipamerkan di media sosial. D'Padukan Pie And Resto buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB, khusus hari Minggu buka mulai pukul 07.00 WIB.

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di Liputan6.com.

2 dari 3 halaman

Segmen Menengah ke Atas

D'Padukan Pie And Resto memang dibuka untuk pasar menengah ke atas. Meskipun demikian, jangan berpikir harga makanan dan minuman ini selangit. Pie yang ditawarkan mulai Rp 25.000 per buah dengan diameter 10 sentimeter.

"Bukan sok-sokan menentukan segmen menengah ke atas, tetapi demi kenyamanan pengunjung," ucap Syahrial.

Ia juga tidak menerima tamu rombongan dalam jumlah besar. Grup wisatawan yang masuk ke D'Padukan dibatasi maksimal 75 orang.

Rata-rata kunjungan tamu per hari ke D'Padukan berkisar 20 orang pada hari biasa dan mencapai 100 orang saat akhir pekan.

Sekalipun mengangkat menu utama pie, D'Padukan juga menyajikan menu lokal, seperti kopi dan ikan. Bahan bakunya pun diambil dari potensi masyarakat sekitar supaya dapat memberdayakan ekonomi setempat.

Ia mencontohkan, ikan nila diambil dari petani nila sekitar dan kopi yang digunakan adalah kopi Turgo.

 

3 dari 3 halaman

Pie Jadi Alternatif Oleh-Oleh dari Yogyakarta

Pie yang disajikan bukan sembarang pie. Syahrial juga mengusung konsep pie bisa jadi alternatif oleh-oleh dari Yogyakarta.

Pie diproduksi di RnB Grill yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi Yogyakarta. Kebetulan D'Padukan dan RnB Grill masih satu manajemen.

Pie diproduksi sebanyak dua lusin per hari. Jumlah itu bisa meningkat jika ada pesanan.

Rasa pie ini berbeda dari kebanyakan pie pada umumnya. Lebih ringan, tidak eneg, dan tidak menimbulkan rasa kering atau keset di tenggorokan.

"Selain pie kami juga membuat strudel," kata Juli Artami, pastry sous chef.

Varian rasa juga terbilang banyak. Strudel memiliki sembilan varian rasa, antara lain apel, beef cheese, double cheese, cheese almond, banana cheese, banana choco, dan double choco.

Sedangkan pie memiliki rasa double choco, banana choco, oreo, double cheese, red velvet, choco caramel, cashew nut caramel, dan salmon cheese.

DEBAT CAPRES: Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Sesi 4

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Satpol PP Yogya Kebut Pemberkasan Kasus 21 Juru Parkir Nakal Hasil Razia Lebaran
Artikel Selanjutnya
Cerita Mistis Pemuda Asal Gunungkidul Mudik Naik Sepeda dari Bekasi