Sukses

Ribuan Bikers Tanah Air Jelajahi Perkebunan Teh Garut

Liputan6.com, Garut Ribuan bikers tanah air nampak antusias, mengikuti Garut Bike Week (GBW) di kawasan perkebunan teh Papandayan dan Curug Orok Garut, Jawa Barat, Sabtu 14 April 2018. Selain liburan keluarga, mereka bisa melepas rindu sekaligus reunian dengan pehobi otomotif tanah air.

Peluh keringat bercampur lumpur yang membasahi para crosser, terbayar tuntas dengan sajian pemandangan alam pegunungan dan perkebunan teh Garut yang dikenal sejuk sejak dulu.

Hadiah utama satu unit mobil pick up dan umroh, plus hadiah menarik lainnya yang disediakan panitia lomba, tak lupa menjadi kado istimewa yang paling dinanti mereka.

"Sangat menarik, jarang-jarang ada even besar dengan hadian melimpah di Garut," ujar Yudi, salah satu peserta asal Garut, di sela-sela gelaran GBW, Sabtu (14/4/2018).

Acara yang dipusatkan di Markas Yonif 303 Cibuluh, Kecamatan Cikajang, Garut tersebut memang meriah. Menggunakan lahan milik prajurit serbu yonif 303 Setia Sampai Mati (SSM) Tengkorak Putih, Cibuluh, Cikajang,Garut. Seluruh kegiatan yang dikemas dalam bentuk family gathering tersebut terlihat padu.

Satu panggung pertunjukan berukuran besar, dua tenda raksasa tamu memayungi hampir setengah lapangan bola tersebut, serta deretan tenda kuliner, menambah keseruan peserta, dalam memilih jenis kuliner lokal Garut yang disajikan dengan harga terjangkau itu.

Tak jarang, peserta yang didominasi crosser, pemilik moge dan perkumpulan kendaraan modifikasi dari berbagai daerah tersebut, mampu menembus angka hingga 6.000 peserta yang datang.

"Di luar perkiraan, padahal target hanya sekitar 2.000 tiket yang kita jual," ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, sekaligus salah satu penanggung jawab acara, di sela-sela kegiatan.

Budi mengatakan, pelaksanaan Garut Bike Week tahun ini terbilang istimewa, menggunakan momen menyambut hari Bhayangkara ke-72, serta HUT Garut, seluruh kegiatan berlangsung meriah.

Rangkaian acara yang dimulai dengan deklarasi anti hoax dan ajakan pilkada damai bagi seluruh Indonesia, langsung disambut meriah seluruh peserta dari berbagai usia tersebut. "Respon mereka sangat menarik dan positif tentang Garut," kata dia.

Kemudian kegiatan lempar pisau, menembak hingga pertunjukan kreasi anak, mampu menyedot perhatian pengunjung yang menyelimuti area kegiatan. "Saya bisa sekalian membawa hiburan anak," ujar Nita, warga sekitar yang sengaja datang ke lokasi acara.

Melihat tingginya animo peserta, tak sedikit peserta berharap, kegiatan serupa bisa kembali digelar tahun depan. "Sayang kalau hanya sekali tahun ini saja, semoga berlanjut," pinta Yudi, menambahkan.

Namun ia menambahkan, besarnya animo peserta harus dibarengi dengan kesiapan penyediaan tiket pendaftaran yang cukup. "Tadi banyak yang tidak dapat karcis, padahal sayang hadiahnya menarik," ujar dia sambil tersenyum.

Ketua Pelaksana GBW Ato Hermanto mengatakan, gelaran acara Garut Bike Week yang dikemas dalam bentuk acara keluarga itu, sangat cocok dengan potensi wisata alam Garut saat ini. "Ada kolaburasi positif antara peserta dengan tingkat kunjungan wisata," ujarnya.

Berkaca dari membludaknya peserta yang datang, pemilik dodol Garut legendaris dengan merek Picnic tersebut berharap, kegiatan itu bisa menjadi agenda unggulan tahunan yang dimiliki Pemda Garut.

"Nanti pemda bisa mengemasnya semenarik mungkin, sehingga lebih banyak lagi wisatawan ke Garut," papar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

1 dari 2 halaman

Sensasi Balap Motor di Tengah Kebun Teh Garut

 

Sebelumnya sebanyak 5.000 crosser dan pemilik motor gede alias moge tanah air, menyemarakkan Garut Bike Week (GBW) di kawasan Yonif 303 Cibuluh, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat, hari ini.

Ketua Pelaksana GBW Ato Hermanto mengatakan, digelarnya acara tersebut sebagai bagian dari perayaan hari jadi Garut, sekaligus sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata Garut selatan.

"Kita prediksi lebih lima ribu bikers datang, sekitar 3000 lebih para crosser dan sisanya motor gede," ujarnya saat jumpa pers di Aula Dodol Picnic Garut, Rabu lalu (11/4/2018).

Menurutnya, hajatan besar yang baru pertama kali digelar di kota Intan Garut ini, bakal memberikaan kesan berbeda dibanding event lain. Panitia sengaja menggabungkan beberapa acara mulai memanah, lempar pisau dan lainnya dalam sebuah perayaan besar.

"Konsepnya family gathering, sambil ayahnya main motorcross maka keluarganya ada kegiatan lain di area event," ujar dia.

Ada dua zona yang ditawarkan yakni, zona A dan B. Zona A diperuntukkan bagi undangan dan rombongan tamu panitia. Sedangkan, Zona B diisi ribuan crosser.

Mereka akan menjajal rute sepanjang 60 kilometer mulai perkebunan teh Cisaroni, Cikajang, Perkebunan teh Papandayan dan masuk lagi ke wilayah perkebunan teh Pamulihan.

"Estimasi waktu diperkirakan 4 jam, jadi sore para crosser sudah masuk lagi ke arena event," ujar Ato.

Artikel Selanjutnya
Jerih Payah Warga Garut Jadikan Lasminingrat sebagai Pahlawan Nasional
Artikel Selanjutnya
Diplomasi Sate Domba Garut ala Polisi, Turunkan Tensi Pilkada Kota Intan