Sukses

Bonita Sulit Terlacak, Kini Muncul 2 Harimau di Pelalawan

Liputan6.com, Pelalawan - Dalam sebulan terakhir, harimau Bonita seolah menghilang dari permukiman di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Tim terpadu di bawah koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun masih mencari harimau sumatera yang telah menerkam dua warga hingga tewas tersebut.

Tim terpadu bahkan dibantu Shakti Wolvers Teegh, yang disebut punya kemampuan berkomunikasi dengan hewan buas atau animal communicator. Sudah sepekan bule cantik asal Kanada itu berada di Dusun Danau, Desa Tanjung Simpang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kehadirannya membantu tim terpadu untuk mengevakuasi harimau Bonita. Pasalnya, harimau betina usia empat tahun itu telah tiga bulan membuat warga di sana ketakutan.

Seiring upaya tim terpadu mencari keberadaan harimau Bonita, saat ini, muncul pula kabar penampakan dua ekor harimau sumatera di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

Warga di daerah itu, persisnya di wilayah Lugu Loga, menyebut dua harimau itu muncul terakhir pada Senin malam, 9 April 2018. Kabarnya, seekor ternak diterkam dan dibawa ke semak belukar perkebunan sawit.

Hingga kemarin atau Kamis, 12 April 2018, BBKSDA Riau belum bisa memastikan kabar ini. Hanya saja, BBKSDA berjanji segera turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran kemunculan dua ekor Panthera tigris sumatrae selain harimau Bonita.

"Saya telepon kapolseknya dulu ya terkait informasi ini," ucap Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, seraya menambahkan, "Aku cek dulu ke lapangan. Aku enggak berani berikan komentar karena tidak mendapatkan informasi pastinya."

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 3 halaman

Foto Jejak Harimau Viral di Medsos

Informasi keberadaan dua "Datuk Belang" itu sempat viral setelah akun Facebook bernama Jasri Nando mengunggah foto-foto jejak harimau di jalan bertanah. Foto itu disebutnya berada di Lugu Loga.

Dia juga menyebut dua harimau berkeliaran di permukiman. Satu ekor sapi diterkam hingga akhirnya menjadi santapan dua ekor harimau.

"Bagi masyarakat yang berkebun karet maupun sawit sangat ketakutan akan kejadian ini. Meskipun takut, karena faktor kehidupan mereka paksakan untuk tidak takut," tulis Jasri Nando di akun Facebook-nya.

"Kami dari masyarakat memohon kepada pihak KSDA Riau agar dapat mencarikan solusi dalam hal ini. Kami sepakat untuk dilindungi, tetapi bagaimana caranya untuk tidak kami menjadi korban harimau, seperti kejadian di desa tetangga kami yaitu Pulau Muda," tulisnya kembali.

Pulau Muda sendiri berbatasan dengan Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir. Bulan lalu, seorang warga di Pulau Muda, Yusri, menjadi korban terkaman maut Bonita ketika bekerja membuat bangunan untuk walet di Dusun Danau, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran.

 

3 dari 3 halaman

Kampung Harimau

Ketika dihubungi secara terpisah, Kapolsek Teluk Meranti, Inspektur Satu Edi Harianto menyebut sudah mendapat informasi keberadaan dua ekor harimau sumatera. Hanya saja, dia belum bisa memastikan apakah informasi ini benar atau tidak.

"Kanit Sabhara sudah manggil orangnya (saksi mata). Mungkin besok (Kamis, 12 April 2018) dia sudah datang ke kantor itu. Dia akan memberikan klarifikasi benar atau tidak informasi itu," kata Edi, Rabu sore, 11 April 2018.

Kapolsek menegaskan, jika memang ada sapi diserang harimau, tentu ada bekas ataupun bangkainya. Warga yang mengaku melihat harimau menerkam sapi juga sedang dicari. "Apakah dia yang melihat itu saat sudah luka, atau saat harimau ini menerkam, itu belum ada informasi yang pasti," sebutnya.

Edi menerangkan, kabar harimau masuk permukiman di Teluk Meranti sudah lama beredar. Informasi itu sering timbul dan tenggelam tanpa bisa dibuktikan kebenarannya.

"Dari kemarin-kemarin memang ada informasi seperti itu. Waktu saya suruh orang yang ngomong itu datang ke kantor, tapi enggak ada yang mau datang. Berarti kan hoaks ceritanya," ujarnya.

Namun, jika informasi tersebut benar, polisi akan berkoordinasi dengan BBKSDA Riau. "Ini kan gawenya BBKSDA," katanya.

Kabar terbaru, BBKSDA Riau mengonfirmasi kemunculan dua ekor harimau sumatera yang memangsa hewan ternak sapi milik warga di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

"Tim kita bersama dengan Polsek sudah berada di lokasi. Dari pemeriksaan memang ditemukan jejak-jejak harimau, diperkirakan dua ekor," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo, di Pekanbaru, Jumat (13/4/2018), dilansir Antara.

Dari jejak tersebut, dia mengatakan dua ekor harimau yang muncul di Teluk Meranti tersebut diperkirakan dua ekor, terdiri dari satu induk yang membawa anaknya. Hal itu diketahui dari perbedaan ukuran jejak, di mana jejak pertama diperkirakan harimau dewasa sementara jejak lainnya diperkirakan masih anak.

Sekadar informasi, di Pelalawan ada Suaka Margasatwa Kerumutan. Lokasi ini menjadi salah satu kantong harimau di Riau. BBKSDA pernah menyebut lokasi ini didiami enam ekor harimau dengan wilayah jelajah masing-masing.